Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemimpin dan Sambutan Publik - Halaman 2

Kema Ramtitra • Kamis, 25 April 2024 | 18:42 WIB
Ketua Fraksi PKS DPRD Trenggalek, Subadianto.
Ketua Fraksi PKS DPRD Trenggalek, Subadianto.

Artikel lanjutan dari Pemimpin dan Sambutan Publik

...Mau tidak mau, masyarakat memang menilai kandidat calon pemimpin dengan mengukur masalah produktivitas atau bekas-bekas yang pernah ditinggalkan. Karena itu, keistimewaan yang ketiga yang harus dimiliki adalah keistimewaan dalam produktivitas. Program-program yang digulirkan harus terasa hasilnya di masyarakat.

Sudah tentu yang dimaksudkan terasa tidak selalu harus dalam bentuk produk materi. Bahkan, sebagian besar yang dimiliki bukan berupa produk materi, melainkan pendekatan ilmiah, sosial kemasyarakatan, keagamaan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kandidat calon pemimpin harus mampu menyajikan produk yang istimewa kepada masyarakat jika ingin mendapatkan sambutan publik yang baik.

Keunggulan atau keistimewaan dalam produk bukan hanya diukur dari segi kuantitasnya, melainkan juga dari segi kualitas yang sentuhannya terasa di hati masyarakat.

Keunggulan atau keistimewaan yang keempat juga harus dimiliki ialah keistimewaan dalam pelayanan kepada manusia. Bila kandidat calon pemimpin tampil sebagai yang paling piawai memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka ia pun akan mendapatkan sambutan lebih dibanding dengan yang lain.

Pelayanan kepada masyarakat tidak harus selalu diartikan pelayanan fisik, materi yang bersifat langsung, simbolis, atraktif, dan promotif. Misalnya, kandidat calon pemimpin datang memberikan bantuan materi kepada kostituennya.

Hal itu hanya sebagian kecil dari ruang lingkup pelayanan kepada masyarakat. Memang, hal itu pun perlu juga sekali-kali kita lakukan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kerja keras kita, mengupayakan terjaminnya kemaslahatan masyarakat dalam dua hal.

Pertama, terjaminnya masyarakat dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang asasi, yakni terbebasnya dari kelaparan dan  kebutuhan akan rasa aman atau terbebas dari ketakutan, ketidakpastian, intimidasi, kediktatoran dan kezhaliman.

Kedua, hal tersebut juga berkaitan dengan masalah hati dan berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan fisiknya. Ruang lingkup pelayanan ini harus meliputi kedua aspek tersebut.

Selanjutnya yang kelima, kandidat calon pemimpin harus tampil beda dan istimewa dalam bermuamalah (bergaul). Sebab, betapa pun besar kebaikan yang diberikan, jika cara memberikan tidak disertai dengan adab dan kesantunan, maka ia akan lebih dirasakan sebagai penghinaan dan bukan kebaikan.

Inti muamalah adalah bagaimana kita menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat dengan dibingkai akhlakul karimah.

Maka, masyarakat pun akan melihat bahwa kandidat calon pemimpin itu istimewa dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab, upaya menanamkan pengaruh di masyarakat pada hakikatnya adalah bagaimana kandidat calon pemimpin merebut hati orang.

Selain berupaya membuka hati mereka melalui program-program yang diselenggarakan dengan baik, juga harus dengan kekuatan ibadah dan kedekatannya kepada Tuhan-nya, karena kunci hati ada di tangan-Nya.

Sekali lagi, bahwa di era demokrasi seperti saat ini menyajikan ruang dan peluang terbuka bagi siapa pun untuk menjadi calon kandidat pemimipin.

Demokrasi ini juga bisa dimaknai sebagai ruang-ruang yang bisa dimasuki untuk mendapatkan peluang-peluang yang terbuka itu. Dan untuk bisa menangkap banyak peluang itu diperlukan keterampilan dan kualitas agar bisa berkompetisi.

Kita berharap para pemimpin kita nanti bukan sekadar untuk dikagumi. Tapi patut diteladani. Menjadi inspirasi dan menjadi daya dorong orang untuk secara diam-diam ada satu-dua hati yang mulai tergerak, dan mulai bekerja merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya yang mampu memberi manfaat yang luas, secara regional maupun nasional, bahkan internasional.

Bagi para tim pengusung ataupun pendukung, berjuang bukan karena jabatan, melainkan peranan apa yang dimainkan dalam perjuangan. Boleh jadi punya peranan besar, tapi tak punya jabatan. Dan boleh jadi punya jabatan, tapi tidak melakukan peranan besar.

Semoga atas karunia, taufik, hidayah, dan inayah-Nya serta quwwatul bashirah, Allah berikan kepada kandidat-kandidat calon pemimpin kita, sehingga langkah-langkahnya yang sudah, sedang, dan akan dilakukan, seluruhnya menjadi bagian dari ber-taqarrub ilallah taala.(*)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Subadianto #dprd trenggalek #ketua fraksi