TATKALA musim paceklik atau krisis pangan melanda Negeri Mesir, hampir semua rakyatnya diguncang kebingungan; bagaimana mencari jalan keluar terhadap kesulitan saat itu. Demikian halnya dengan yang dihadapi keluarga Nabi Ya'kub a.s. Untunglah pada saat itu pemerintah Negeri Mesir masih memiliki cadangan bahan pangan berupa gandum yang sangat melimpah. Dan baiknya lagi pemerintah Mesir saat itu mengumumkan hendak membagi-bagikan bansos (bantuan sosial) berupa gandum, yakni dengan cara memerintahkan rakyat Mesir supaya mengambil jatah bahan makan (gandum) ke istana Mesir.
Maka, dari pengumuman pihak istana itu, Nabi Ya'kub kemudian memerintahkan kepada belasan orang putranya (laki-laki semua) untuk mengambil bahan makan gandum ke istana Mesir. Mereka, anak-anak Nabi Ya'kub terdiri dari 3 kelompok karena istri beliau memang tiga orang perempuan. Yang pertama, namanya Yahuda, Rabil dan saudara-saudaranya. Yang kedua, Nabi Yusuf a.s yang sekarang menjadi Bendaharawan Negeri Mesir, namun tidak diketahui sama sekali oleh keluarganya. Dan, dari istri ketiga beliau memiliki anak bernama Bunyamin yang memiliki akhlak mulia seperti Nabi Yusuf.
Para putra Nabi Ya'kub yang dari istri pertama yaitu Yahuda, Rabil dan adik-adiknya dulunya pernah terlibat persekongkolan jahat mencelakakan saudaranya Yusuf dengan memasukkan ke dalam sumur tua yang sangat dalam. Mereka lalu bercerita bohong kepada ayahandanya Nabi Ya'kub bahwa Yusuf telah tewas diterkam harimau di tengah hutan dengan membawa bukti bajunya Yusuf yang berlumuran darah. Dalam peristiwa itu, Bunyamin tidak ikut terlibat sama sekali karena para pelakunya adalah Yahuda Rabil dan adik-adiknya.
Sebelum berangkat ke istana Mesir, Nabi Ya'kub berpesan kepada para putranya semuanya setelah sampai di sana (istana Mesir) agar memasuki dari pintu-pintu istana. Artinya mereka (para putra Nabi Ya'kub) jangan hanya memasuki dari satu pintu saja, tetapi berpencar seraya memasuki pintu-pintu istana Mesir. Dan, mereka pun siap menjalankan perintah ayahnya.
Sesampainya di istana Mesir, tentu Nabi Yusuf yang saat itu menjadi Bendaharawan (Mesir) sangat mengenali satu per satu wajah putra ayahnya (Nabi Ya'kub) semuanya. Betapa Nabi Yusuf sangat rindu terutama kepada saudaranya Bunyamin. Maka, Nabi Yusuf kemudian membuat suatu "siyasah" (politik) agar ia bisa bertemu empat mata dengan Bunyamin.
Caranya Nabi Yusuf mengatakan kepada para tentaranya supaya memberi pengumuman barangsiapa yang mengambil alat sukatan gandum di dalam karung, niscaya yang bersangkutan akan dijadikan sebagai jaminan. Mereka, para putra Nabi Ya'kub menyetujui. Ketika para putra Ya'kub hendak pulang, satu persatu karung mereka diperiksa oleh para tentara Mesir.
Sudah barang tentu di antara para putra Ya'kub tadi ada yang terganjal dalam pemeriksaan. Siapa lagi kalau bukan Bunyamin yang ternyata di dalam karungnya terdapat alat sukatan milik istana. Meski Bunyamin bersumpah tidak melakukan perbuatan itu, tapi karena sudah peraturan, maka ia harus tinggal di Mesir sebagai jaminan.
Usai para putra Nabi Ya'kub pulang, maka Nabi Yusuf menemui saudaranya Bunyamin. Betapa kagetnya Bunyamin sebab pejabat negara Mesir (Bendaharawan) yang di depannya adalah saudaranya (Yusuf) yang selama ini telah dikabarkan telah meninggal dunia. Dengan melepas rindu, keduanya saling menceritakan keadaan masing-masing.
Nabi Yusuf berkat menakwilkan mimpi Raja Mesir yaitu melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan tujuh tangkai (gandum) lainnya yang kering, secara benar. Setelah itu, bahkan Yusuf diangkat sebagai Bendaharawan Mesir dengan diberi gelar Al Makiinun Amiin; artinya orang yang ahli lagi terpecaya dan menguasai dalam hitung-hitungan (Akuntansi dan Managemen). Itulah sebabnya Yusuf dibebaskan dari penjara, bahkan mendapat amanah untuk menyelesaikan krisis pangan di musim paceklik Negeri Mesir.
Sebaliknya Bunyamin juga menceritakan kepada saudaranya Yusuf mengenai keadaan ayahandanya Ya'kub yang senantiasa merindukan putranya Yusuf. Bahkan, kondisi Nabi Ya'kub saat itu dalam keadaan buta karena banyak mengucurkan air mata.
Dan, karena Nabi Yusuf berhasil menangani masalah krisis pangan saat itu, maka dia dipercaya Sang Raja sebagai penggantinya. Nabi Yusuf akan dinobatkan menjadi Raja Mesir. Sebelum itu Nabi Yusuf menikahi Zulaikha, seorang perempuan cantik yang pernah menggodanya. Zulaikha sebelumnya istrinya Qiftir Al Azis, seorang pejabat yang (maaf) terganggu kelelakiannya.
Menariknya bahwa pada saat penobatan atau pelantikan Yusuf sebagai Raja Mesir itu, hadir kedua orang tuanya (Nabi Ya'kub dan istrinya) dan semua para putranya yang berjumlah 11 orang atas undangan dari istana Mesir. Pada momen itu Nabi Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya di singgasana istana Mesir dan disaksikan 11 orang saudaranya termasuk Bunyanin.
Lalu, Yusuf membisikkan kepada ayahandanya mengenai mimpinya dulu sewaktu kecil bahwa Yusuf melihat 11 bintang, matahari dan bulan yang semuanya sujud kepadanya.
Demikianlah kisah Nabi Yusuf yang memiliki gelar Al Makiinun Amiin yang berdampak positif mengantarkan perekonomian yang barokah di Negeri Mesir. Hal itu tidak mustahil sebab Nabi Yusuf dikenal sebagai orang yang ahli dan terpercaya serta menguasai dalam hitung-hitungan (Akuntansi dan Managemen perekonomian) yang secara langsung dan tidak langsung berhubungan dengan dunia perbankan, seperti Bank BRI.
Begitu juga dengan pesan Nabi Ya'kub kepada para putranya supaya ketika memasuki istana Mesir melalui pintu-pintu (istana), bukan hanya dari satu pintu gerbang saja. Memasuki berbagai pintu atau pintu-pintu ke (istana Mesir) dalam konteks perekonomian dapat dimaknai beberapa jalan dalam usaha (bisnis), artinya bukan hanya satu jalan saja.
Dalam kenyataan pun, setelah seseorang sukses dalam satu bidang, sebut saja dalam jasa percetakan, ia membuka usaha yang lain seperti foto kopi, penerbitan buku indie, membuka toko peralatan sekolah dan sebagainya.
Kalau dikaitkan dengan dunia perbankan, sebut saja Bank BRI yang ternyata juga mempunyai menyediakan banyak fasilitas, antara lain menabung (menyimpan uang), meminjamkan uang, pemberdayaan UMKM melalui program KUR, deposito BRI, saham BBRI, pasar modal BRI, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), kerja sama dengan Pegadaian, serta berbagai fasilitas BRI lainnya seperti ATM, aplikasi Brimo, BRILink, QRIS dan sebagainya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra