Perjalanan Mengikuti Pendidikan Guru Penggerak CGP Angkatan II Kabupaten Trenggalek Kelas 137-B 2024

Whendy Gigih Perkasa • Dipublikasikan Minggu, 1 Desember 2024 | 13:20 WIB
Dari kiri, Koiriyah, M.Pd (SMAN 1 Pule), Elsa Veby Maharsi, S.Pd (SDN 2 Sidomulyo), Koko Prianto, S.Pd (SDN 2 Puyung), Sri Pujiaprianti, S.Pd (SMPN 4 Pule Satap), Endri Purwaningrum, S.Pd (SMPN 3 Pule
Dari kiri, Koiriyah, M.Pd (SMAN 1 Pule), Elsa Veby Maharsi, S.Pd (SDN 2 Sidomulyo), Koko Prianto, S.Pd (SDN 2 Puyung), Sri Pujiaprianti, S.Pd (SMPN 4 Pule Satap), Endri Purwaningrum, S.Pd (SMPN 3 Pule

Oleh:

Koiriyah, M.Pd  SMAN 1 Pule

Endri Purwaningrum, S.Pd SMPN 3 Pule

Sri Pujiaprianti, S.Pd SMPN 4 Pule Satap

Koko Prianto, S.Pd SDN 2 Puyung

Elsa Veby Maharsi, S.Pd SDN 2Sidomulyo                                                                          

Pada 13 Juni 2024, kami memulai sebuah perjalanan penuh tantangan dan inspirasi sebagai bagian program Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan II. Sejak awal, kami merasa terhormat dapat terpilih menjadi peserta dalam program ini, mengingat program ini dirancang untuk membentuk guru-guru berdaya, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif bagi pendidikan Indonesia.

Proses belajar dalam program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih kepada bagaimana menjadi Agen Perubahan (The Agent of Change) di sekolah dan masyarakat. Selama enam bulan bulan, kami mengikuti berbagai kegiatan pelatihan, diskusi reflektif, dan praktik langsung yang mengajarkan pentingnya kepemimpinan pembelajaran (Instructional Leadership), serta menekankan pengembangan karakter dan soft skills sebagai landasan utama bagi seorang guru penggerak. Kami dikelompokkan di Kelas 137-B dibimbing Pengajar Praktik Ibu Sulami S.Pd dan Fasilitator Bapak Mashudi S.Pd.

Pada tahap awal, kami didorong untuk melakukan refleksi mendalam tentang diri sendiri. Saya diajak memahami gaya kepemimpinan dan menemukan kekuatan serta area yang perlu diperbaiki. Dalam sesi kolaboratif bersama mentor dan fasilitator, kami mendapatkan wawasan tentang pendekatan pembelajaran berpusat pada murid, serta bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.

Prestasi dalam Pendidikan Guru Penggerak 2024

Keikutsertaan dalam Pendidikan Guru Penggerak ini membawa banyak pencapaian penting. Di antaranya, kami berhasil mengimplementasikan proyek aksi nyata (PAN) di sekolah. Sebagai seorang Guru Penggerak, kami mempelajari modul yang dilaksanakan dengan Alur MERDEKA mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi konstektual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan aksi nyata. Salah satu wujud adalah mempelajari beberapa modul diantaranya:

Modul 1, Paradigma dan Visi Guru Penggerak

Dalam modul ini, kami menjabarkan konsep paradigma pendidikan berbasis kemerdekaan belajar, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang memampukan murid menjadi pembelajar sepanjang hayat. Modul ini mencakup panduan praktis bagi guru dalam memahami dan menerapkan visi Guru Penggerak, yakni menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, dan inklusif.

Modul 2, Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

Kami merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid. Melalui modul ini, kami memberikan contoh konkret tentang bagaimana mendiagnosis kebutuhan belajar murid, mendesain pembelajaran berdiferensiasi, dan mengevaluasi hasil belajar dengan pendekatan formatif. Salah satu praktik yang di kembangkan adalah pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang memungkinkan murid berpartisipasi aktif dalam merancang solusi atas permasalahan nyata di lingkungan mereka.

Modul 3, Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah

Sebagai pemimpin pembelajaran, tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi diri, tetapi juga menginisiasi program pengembangan kapasitas bagi rekan guru. Modul ini dirancang untuk membantu guru lain memahami peran mereka sebagai agen perubahan Agent of change dalam meningkatkan mutu sekolah.

Menggali Potensi Diri melalui Refleksi

Seiring berjalannya waktu, program ini tidak hanya memberi mereka pengetahuan baru tetapi juga menantang mereka untuk merefleksikan diri. Setiap guru diminta untuk menggali kekuatan dan kelemahan pribadi sebagai pendidik, mengevaluasi metode pengajaran yang selama ini mereka gunakan, dan memikirkan cara untuk menjadikan proses belajar lebih efektif dan bermakna bagi siswa. Proses ini membuka kesadaran mereka bahwa pembelajaran bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga tentang mendengarkan dan memahami siswa.

Kolaborasi dan Komunitas Belajar yang Erat

Selama mengikuti program ini, para guru penggerak menyadari bahwa kekuatan terbesar mereka adalah kemampuan untuk bekerja sama. Melalui komunitas belajar, mereka saling berbagi inspirasi, gagasan, dan solusi dari berbagai masalah yang dihadapi di lapangan. Komunitas belajar ini juga menjadi tempat untuk saling memberi dukungan moral di saat semangat mulai menurun. Melalui interaksi ini belajar menjadi guru penggerak adalah tentang bekerja bersama untuk perubahan yang lebih besar.

Diakhir pendidikan dilaksanakan kegiatan Panen karya hasil belajar PGP angkatan II. Dalam kegiatan tersebut di tunjukan hasil pendidikan para Guru Penggerak serta program yang di rencanakan untuk dilaksanakan di sekolah masing-masing sehingga melalui Lokakarya 7 ini, para peserta akan semakin terampil dalam mengembangkan program-program pendidikan yang inovatif dan berdampak positif bagi peserta didik, sehingga terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)

 

Editor : Whendy Gigih Perkasa
Sumber : RADAR TRENGGALEK
trenggalek agen perubahan inovatif Guru Penggerak guru