Oleh : Teriya Kartika Mayasari
Mahasiswa Farmasi
Universitas Muhammadiyah Malang
Anggapan yang kuat bahwa suhu dingin dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Ini memang benar untuk banyak jenis makanan, tetapi tidak selalu berlaku untuk obat-obatan. Sirup, sebagai salah satu bentuk sediaan obat, memiliki karakteristik yang berbeda. Beberapa komponen dalam sirup bisa mengalami perubahan kimia jika terpapar suhu yang terlalu rendah dan dapat membentuk kristal yang sulit larut dan mempengaruhi dosis yang diterima. Penyimpanan sirup sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (15-30°C) dan menghindari menyimpan di kulkas, kecuali ada petunjuk khusus pada kemasan karena tidak semua kemasan obat dirancang untuk tahan terhadap suhu dingin. Pembekuan atau perubahan suhu yang drastis dapat merusak kemasan dan menyebabkan kebocoran. Kebiasaan menyimpan sirup di dalam kulkas ini sebenarnya salah tetapi seakan sudah menjadi semacam "aturan umum" yang sulit digoyahkan.
Kurangnya informasi yang akurat juga menjadi faktor penyebab. Banyak orang tidak membaca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat. Akibatnya, mereka mengasumsikan bahwa menyimpan obat di kulkas adalah cara yang paling aman. Selain itu obat yang sudah dibuka kemasannya masih bisa digunakan, tapi ada batas waktunya. Setelah dibuka, obat itu biasanya hanya bisa dipakai sampai tanggal tertentu. Contohnya untuk obat sirup antibiotik yang telah dilarutkan air maka obat dapat digunakan paling lama 7 hari setelah obat dicampur air. Terkait lama penyimpanan obat yang belum dibuka kemasannya dapat disimpan sampai waktu kadaluarsa. Kebiasaan yang salah ini bisa berdampak pada efektivitas obat yang kita konsumsi.
Obat-obat yang disimpan di rumah tangga bisa berupa obat sedang digunakan, obat sisa dan obat untuk persediaan. Obat sisa bisa dari resep dokter atau obat sisa dari penggunaan sebelumnya. Obat sisa resep secara umum tidak boleh disimpan karena dapat menyebabkan penggunaan yang salah, apalagi jika obat tersebut perlu pengawasan tenaga kesehatan selama penggunaannya seperti obat keras dan antibiotik. Penyimpanan obat yang salah, apabila tidak diikuti dengan pengetahuan yang benar dan digunakan semaunya dapat terjadi penggunaan obat tidak rasional dan bisa berdampak pada efektivitas obat yang kita konsumsi.
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani