Radar Tulungagung – Di balik kestabilan harga beras di Tulungagung, ada sosok yang bekerja tanpa henti untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Dia adalah David Donny Kurniawan, Pemimpin Cabang Perum BULOG Tulungagung, yang tidak hanya mengelola stok beras, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar: menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat.
“Perum BULOG bekerja di dua sisi,” ujar Donny. “Di satu sisi, kami memastikan harga aman di tingkat produsen, yakni gabah yang layak bagi petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2025. Di sisi lain, kami harus menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.”
Sebagai pemimpin, Donny tidak hanya berurusan dengan angka dan stok di gudang. Ia terjun langsung ke lapangan, berdialog dengan petani, pedagang, serta masyarakat untuk memahami kondisi di berbagai lini. Baginya, beras bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar setiap orang yang harus dijaga stabilitasnya. “Jika harga beras naik, dampaknya bisa sangat luas. Maka, tugas kami adalah memastikan keseimbangan ini tetap terjaga,” tambahnya.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim, peran BULOG semakin krusial, terutama menjelang panen raya 2025. Dengan target maksimal menyerap gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri, BULOG harus memastikan stok tetap terjaga dan harga tetap stabil.
Namun, menjaga kestabilan harga tidak bisa dilakukan sendirian. Donny terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha pangan. “Kunci dari kestabilan harga adalah kerja sama yang solid. BULOG tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Selain memastikan distribusi beras berjalan lancar, Donny juga menaruh perhatian besar pada edukasi masyarakat terkait ketahanan pangan. Ia berharap masyarakat memahami sistem distribusi beras dan tidak mudah terpancing isu yang tidak benar. “Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panik. Stok beras di gudang BULOG Tulungagung cukup untuk mengendalikan harga di wilayah kerja kami, yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar. Petani mendapatkan harga gabah yang layak, sementara masyarakat bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (meg/yay)
Editor : Firman Aji Saputra