Setiap manusia memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, begitu pula dengan Fitri Yusmia Putri. Pasalnya, mahasiswi asal Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, tersebut saat ini tidak sekadar menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau. Buktinya, dia berhasil menorehkan berbagai prestasi hingga ke tingkat internasional. Bahkan, berkat pencapaiannya, dia mendapatkan beasiswa prestasi dari U-Go Scholarship yang akan membiayai pendidikannya hingga lulus.
Hal itu karena Fitri, biasa Fitri Yusmia Putri disapa, percaya bahwa sebagai mahasiswa harus aktif mencari peluang. Baik dalam akademik maupun nonakademik. “Saya percaya dengan cara itu (aktif mencari peluang, Red) dapat berkembang dalam meraih prestasi,” ungkap Fitri.
Apalagi, ketika pertama kali menjadi mahasiswa baru pada tahun 2022, Fitri awalnya hanya berfokus pada kuliahnya seperti mahasiswa pada umumnya. Namun, seiring waktu, dia menyadari bahwa hanya fokus pada akademik tidak akan membuatnya berkembang. Dengan semangat untuk terus maju, Fitri mulai menekuni berbagai bidang keilmuan dan ajang kompetisi. "Sebenarnya semua itu kulakukan karena inisiatif dari diri sendiri. Ada keinginan yang tinggi untuk membanggakan orang tua, jadi selalu mengusahakan itu, dan alhamdulillah orang tua selalu suportif bahkan tidak menuntut apa pun," imbuhnya.
Keputusannya itu berbuah manis pada tahun 2023 ketika Fitri berhasil meraih juara dalam Olimpiade Sains Nasional di tiga bidang sekaligus. Yaitu, bahasa Inggris, biologi, dan sejarah. Tidak berhenti di situ, pada bulan Oktober di tahun yang sama, capaian tersebut membuatnya memberanikan diri untuk mengikuti International Delegation ke tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga baginya karena telah membawanya melangkah lebih jauh ke tingkat global.
Dia menuturkan, beasiswa U-GO bertujuan untuk memberdayakan perempuan muda berprestasi dan berusaha menggapai mimpi-mimpi dalam berkarya agar memberikan perubahan positif kepada keluarga dan komunitas mereka. Dengan begitu, beasiswa yang didapat mampu membiayai pendidikan kuliahnya hingga lulus.
Di balik pencapaiannya yang gemilang, Fitri menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang ia alami adalah kurangnya waktu untuk beristirahat serta ekspektasi tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya. Namun, dengan tekad yang kuat, dia terus belajar dan tetap rendah hati.
"Tak pernah berhenti belajar dan tetap rendah hati adalah kunci utama bagi saya," ujar gadis yang tengah menempuh pendidikan di UIN Raden Mas Said Surakarta tersebut.
Perjalanannya tersebut adalah bukti bahwa mimpi bisa diraih dengan kerja keras dan ketekunan. Semangatnya dalam mengembangkan diri dan keberaniannya untuk melangkah keluar dari zona nyaman menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa lainnya. Tidak hanya membawa nama baik dirinya sendiri, tetapi juga membanggakan Indonesia di kancah internasional.
"Menurut saya, tidak hanya tentang menang atau kalah. Namun, perlu konsistensi dan kerja keras, serta rendah hati dalam setiap langkah, adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan," tandas calon psikolog tersebut. (gun/mg1/c1/ jaz)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani