Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menggapai Ridha Ilahi dengan Mempersiapkan Diri untuk Haji

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:57 WIB
Oleh: Rizky Sembada, S.E,. M.E,. M.PSi.
Oleh: Rizky Sembada, S.E,. M.E,. M.PSi.

Ibadah haji yang sangat ditunggu-tunggu setiap muslim ini mencakup beragam ritual dan aktivitas.

Di Baitullah dan Mekah, umat muslim dari penjuru dunia berkumpul untuk melaksanakan perintah Allah.

Dalam aktivitas ibadah ini, yang diperlukan bukan hanya niat untuk beribadah, namun juga kebijaksanaan saat berkumpul dengan manusia lain.

Haji bisa menjadi media untuk menyatukan umat Islam dari seluruh dunia.

Tidak seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha, atau Shalat Jumat yang juga membuat umat muslim berkumpul.

Lebih dari itu, haji menuntut seseorang untuk menembus batas kenyamanan selama beribadah.

Perjuangan untuk mampu melaksanakan haji juga menjadi makna tersendiri bagi umat muslim.

'Mampu' artinya memiliki kesiapan fisik dan materi, serta berkesempatan mendapatkan kuota haji.

Semua kategori ‘mampu’ tersebut membuat seseorang benar-benar berharap hanya kepada Allah agar dimampukan untuk menunaikan ibadah haji.

Mereka yang akhirnya berkesempatan melaksanakan ibadah haji akan percaya bahwa sesungguhnya keberangkatan ke Tanah Suci merupakan ‘undangan’ dari Allah.

Bukan karena kemampuan atau harta semata.

Ini akan membuat seorang muslim semakin percaya bahwa tiada daya dan upaya melainkan karena Allah semata. 

Haji merupakan ibadah yang sangat mulia dalam Islam.

Setiap Muslim pasti memiliki impian untuk mengunjungi Baitullah, memenuhi panggilan Allah, dan meraih ridha-Nya.

Namun, untuk mencapai impian tersebut, diperlukan persiapan yang matang, baik secara spiritual, fisik, maupun finansial.

1. Persiapan Spiritual

Persiapan utama sebelum menunaikan haji dan umrah adalah kesiapan spiritual.

Ibadah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju kedekatan dengan Allah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat spiritualitas sebelum berangkat ke Tanah Suci antara lain:

Meningkatkan ketakwaan dengan memperbanyak ibadah seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.

Memperbaiki niat, memastikan bahwa niat berhaji atau umrah adalah semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk tujuan duniawi.

Menambah ilmu tentang tata cara dan hukum-hukum haji serta umrah agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

Bertaubat dengan sungguh-sungguh, meminta ampun kepada Allah dan memaafkan sesama sebelum berangkat agar hati bersih dalam menjalankan ibadah.

2. Persiapan Fisik

Selain kesiapan spiritual, kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik.

Haji dan Umrah memerlukan stamina yang prima karena melibatkan banyak aktivitas fisik seperti thawaf, sa’i, dan perjalanan yang panjang.

Beberapa cara untuk menjaga kesehatan sebelum berangkat antara lain:

Menjaga pola makan sehat, dengan mengonsumsi makanan bergizi dan memperbanyak air putih agar tubuh tetap bugar.

Berolahraga secara rutin, seperti berjalan kaki atau latihan ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Memeriksakan kesehatan, terutama bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, serta melengkapi vaksinasi yang diperlukan.

3. Persiapan Finansial

Ibadah Haji dan Umrah juga memerlukan kesiapan finansial yang baik.

Islam mengajarkan bahwa ibadah ini wajib bagi mereka yang mampu sehingga persiapan keuangan harus dilakukan dengan penuh perhitungan.

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

Menabung secara konsisten untuk biaya perjalanan dan kebutuhan selama di Tanah Suci.

Menghindari utang yang tidak perlu, karena haji dan umrah sebaiknya dilakukan dengan harta yang halal dan bebas dari beban utang.

Memilih biro perjalanan yang terpercaya, agar perjalanan ibadah berlangsung dengan nyaman dan aman.

4. Memahami Hikmah dan Tujuan Ibadah

Menunaikan haji dan umrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki diri.

Beberapa hikmah yang dapat diambil dari ibadah ini antara lain:

Meningkatkan ketakwaan, dengan merasakan kebesaran Allah di Tanah Suci dan menjalankan segala perintah-Nya.

Melatih kesabaran dan keikhlasan, karena dalam perjalanan ibadah ini akan ada berbagai ujian dan tantangan yang menguji keteguhan hati.

Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, dengan bertemu dan beribadah bersama Muslim dari seluruh dunia, sehingga semakin menyadari kebesaran Islam.

Mempersiapkan diri untuk haji dan umrah bukan hanya tentang tiket dan akomodasi, tetapi lebih dari itu, persiapan hati, fisik, dan finansial sangatlah penting.

Dengan kesiapan yang matang, insya Allah perjalanan ibadah ini akan menjadi momen yang penuh keberkahan dan membawa kita lebih dekat kepada ridha ilahi.

Semoga setiap Muslim yang bercita-cita untuk menunaikan haji dan umrah diberikan kemudahan dan keridhoan oleh Allah untuk mewujudkannya.

Aamiin.(***)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ukhuwah Islamiyah #persiapan spiritual #ibadah #haji #umrah