Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PERUBAHAN ETIKA DAN POLA PIKIR MASYARAKAT DI ERA MODERN (Perubahan Budaya, Etika Sosial, Modernisasi, Globalisasi, Kebebasan Berekspresi)

Tim Redaksi • Minggu, 21 Desember 2025 | 19:59 WIB
(Ascatella Callista Salsabilla /202510040110097/Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang)
(Ascatella Callista Salsabilla /202510040110097/Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang)

Perubahan budaya dan etika sosial merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari perkembangan masyarakat modern.

Globalisasi, modernisasi, serta kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap cara berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat.

Perubahan ini merupakan proses yang wajar, namun berlangsung sangat cepat sehingga sering kali menimbulkan kebingungan dan pergeseran nilai dalam kehidupan sosial.

Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku masyarakat.

Sementara itu, Max Weber memandang perubahan sosial sebagai akibat dari ketidaksesuaian unsur-unsur dalam masyarakat.

Dalam konteks ini, perubahan sosial dan budaya saling berkaitan erat karena budaya menjadi landasan lahirnya norma dan etika sosial.

Modernisasi membawa berbagai kemudahan, seperti berkembangnya e-commerce, transportasi online, serta akses informasi yang cepat dan luas.

Menurut Koentjaraningrat, modernisasi merupakan upaya sadar masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih maju, sedangkan Soerjono Soekanto menekankan bahwa modernisasi adalah perubahan yang terencana dan terarah.

Meski membawa manfaat, modernisasi juga menimbulkan tantangan, terutama dalam menjaga nilai budaya dan etika sosial.

Globalisasi membuat dunia terasa tanpa batas. Melalui media sosial dan platform digital, masyarakat dengan mudah mengakses budaya asing, mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, hingga pola interaksi sosial.

Kondisi ini menyebabkan banyak generasi muda lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya lokal.

Tanpa sikap selektif, arus budaya global berpotensi mengikis identitas dan nilai-nilai lokal yang telah terbentuk sejak lama.

Perubahan etika sangat terlihat di ruang digital. Kebebasan berekspresi sering disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas.

Di media sosial, ujaran kebencian, konten sensasional, hingga perilaku tidak sopan kerap dianggap wajar demi popularitas.

Kurangnya empati akibat interaksi tidak langsung membuat banyak orang berani berkata kasar tanpa mempertimbangkan dampak psikologis terhadap orang lain.

Perubahan nilai ini juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya tidak antre, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga membuang sampah sembarangan.

Perilaku tersebut menunjukkan menurunnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab sosial.

Budaya Timur yang menjunjung harmoni dan sopan santun perlahan mulai tergeser oleh sikap individualistik dan konsumtif.

Kebebasan berekspresi sejatinya tetap penting dalam masyarakat modern, baik melalui kritik kebijakan, demonstrasi, karya seni, media sosial, jurnalisme, pendidikan, maupun diskusi di lingkungan keluarga.

Namun, kebebasan tersebut harus disertai etika, tanggung jawab moral, serta pemahaman batas hukum dan sosial agar tidak menimbulkan konflik dan perpecahan.

Kesimpulannya, tantangan terbesar masyarakat modern adalah menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap perubahan global dan pelestarian nilai budaya lokal.

Penguatan literasi digital, pendidikan etika, serta pembiasaan komunikasi yang sehat menjadi kunci agar masyarakat dapat berkembang tanpa kehilangan jati diri.

Dengan sikap kritis dan bertanggung jawab, modernitas dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sosial #Masyarakat modern #budaya #globalisasi