AWAL tahun bukan hanya tentang kalender baru, tetapi juga semangat baru bagi Kementerian Agama RI karena bertepatan dengan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80.
Hari Amal Bakti Kemenag ke-80 sebagai momentum sinergi mengukuhkan kembali dedikasi ASN Kemenag dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh umat.
Semangat memperingati Hari Amal Bakti tahun 2026 tak dapat dipisahkan dari komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam mendukung dan mengimplementasikan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebagai salah satu komitmen Kementerian Agama yang dituangkan dalam protas Kementerian agama sebagai disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mendukung program prioritas nasional dan menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih inovatif, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat.
Delapan program tersebut meliputi Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Pendidikan Ungguldan terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pemberdayaan rumah ibadah, dan Digitalisasi Tata Kelola.Asta protas tersebut bisa menjadi alat evaluasi sekalikus pengembangan dari program-program Kementerian agama termasuk dalam bidang pendidikan
Dalam bidang Pendidikan Kementerian agama memiliki peranan yang tidak bisa dipandang sebelah mata Kementerian Agama (Kemenag) tercatat membawahi sejumlah lembaga pendidikan formal di Indonesia.
Di bawah naungan Kemenag terdapat puluhan ribu madrasah yang tersebar di sejumlah wilayah. Hingga September 2024 terdapat 87.397 madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Berpijak dariasta protas Kementerian agama yaitu pendidikan unggul menjadi motivasi sekaligus target dari madrasah di Indonesia untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang memiliki keunggulan-keunggulan sesuai dengan potensi dan sumber daya, daya dukung yang dimiliki melalui inovasi dan optimalisasi pelayanan yang terus ditingkatkan.
Unggul berarti lebih dari yang lain baik dari segi prestasi, sarana dan prasarana, SDM, layanan yang diberikan.
Berikut adalah evaluasi sekaligus pengembangan – pengenbangan yang telah dilakukan untuk menyelenggarakan madrasah unggul dan terintegrasi.
1.Madrasah Unggul dalam Akhlakul Karimah
Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah dari hari ke hari semakin tinggi, hal ini dibuktikan jumlah murid yang belajar di madrsah semakin meningkat, bahkan jumlah pendaftar seringkali berlimpah dibanding dengan quota yang tersedia.
Madrasah tidak lagi menjadi pilihan kedua. Hal ini tidak terlepas dari harapan yang besar terhadap madrasah mampu menjadi benteng runtuhnya moral bangsa di tengah-tengah kemajuan arus komunikasi dan informasi yang tidak terbendung.
Madrasah terus meningkatkan konsentrasi dan keseriusan dalam mengolah pemahaman agama yang baik, mengolah psikologis dan spiritualisa murid hingga mampu bertutur kata santun, berprilaku luhur dalam keseharian, memiliki empati yang tinggi.
Tidak hanya sekedar rutinitas-rutinitas kegiatan keagamaan tetapi lebih dari itu pembentukan karakter berbasis pembiasaan dan pendampingan yang diharapkan mampu membentuk karakter murid-murid madrasah.
Kegiatan-kegiatan keagamaan dan pembiasaan seperti penyambutan pagi, sholat dhuha, sholat dhuhur berjamah, doa bersama, tahfidhul quran dan lain lain menjadi ciri khas di madrasah yang akhir-akhir ini sudah banyak dilakukan juga oleh lembaga pendidikan yang tidak berbasis keagamaan.
Karenanya penanaman karakter berbasis pendampingan yang mengandalkan pada ketauladanan pada sosok guru baik prilaku di dalam kelas maupun diluar kelas haruslah terus diupayakan.
Mengoptimalkan kegiatan-kegiatn yang mampu menggerakkan empati kemanusian pada siswa, rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri terhadap Tuhan kita Alloh SWT adalah prioritas yang harus terus kita upayakan dalam pembentukan akhlakul karimah murid-murid madrasah.
Hal ini sejalan dengan Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional terdapat dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Tentu ini bukan hal yang mudah dan harus dilakukan bersama dengan wali murid dan Masyarakat. Karena itu melibatkan orang tua wali dalam mendidik murid-murid madrasah hingga bisa memiliki akhlakul karimah adalah sebuah keniscayaan.
Komunikasi yang baik pihak madrasah dengan wali murid bisa lakukan melalui kegiatan-kegiatan parenting, komunikasi yang efektif melalui penyebarluasan konten-konten positif, dan kegiatan-kegitan lain.
Sehingga mampu untuk memberikan wawasan dan menambah keilmuan dalam mendidik putra-putri menjadi garapan yang madrasah harus selaraskan dalam upanya menciptakan generas penerus bangsa yang memiliki moralitas yang unggul.
2. Unggul dalam Sains dan Teknologi
Integrasi sains dan teknologi dalam pembelajaran di madrasah menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi muslim yang tidak hanya memahami ajaran agama tetapi juga mampu bersaing di dunia global.
Memberikan bekal ilmu pengetahuan yang cukup dan penguasaan sain dan tehnologi telah banyak dilakukan madrasah melalui kegiatan-kegiatan yang terintegrasi dalam pembelajaran baik didalam maupun di luar kelas.
Dengan mengadopsi kurikulum berbasis integrasi ilmu, memanfaatkan teknologi, meningkatkan kompetensi guru dan siswa, serta menjalin kerja sama dengan institusi terkait, madrasah dapat mencetak generasi muslim yang cerdas, inovatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Seperti yang dikatakan Ibnu Khaldun, seorang ilmuwan Muslim terkenal, “Ilmu pengetahuan dan agama adalah dua kekuatan yang harus berjalan beriringan.”
Madrasah yang mampu mengintegrasikan sains dan teknologi dengan nilai-nilai Islam akan menjadi lembaga pendidikan yang relevan dan berdaya saing tinggi di era modern.
Perlombaan -perlombaan yang bertujuan mengasah penguasaan sain dan tehnologi juga telah banyak dijuarai oleh madrasah baik yang diselaenggarakan oleh Kemenag maupun Kementerian yang lain di antaranya OMI,OPSI,OSN, IACHO dll baik dari tingkat daerah, provinsi, nasional bahkan internasional.
Selain itu digitalisasi pengeloalan juga sudah banyak dilakukan di madrasah. Di digitalisasi madrasah ini penting sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi administrasi, efektivitas pembelajaran, dan relevansi lulusan di era digital, dengan memberikan akses materi yang mudah, pembelajaran lebih interaktif melalui multimedia.
Serta membekali siswa keterampilan literasi digital dan berpikir kritis untuk bersaing global, sekaligus mengoptimalkan tata kelola madrasah berbasis data yang terintegrasi.
3. Unggul dalam Pengembangan Bahasa dan Literasi
Penguasaan bahasa sangat penting bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperluas wawasan, meningkatkan daya saing global, mempererat persatuan nasional, dan melestarikan budaya.
Karena bahasa adalah alat mengekspresikan diri di era digital dan global, mencakup Bahasa Indonesia yang menguatkan identitas nasional dan bahasa asing untuk peluang global.
Generasi muda perlu menguasai ketiga lapisan bahasa—daerah, nasional, dan internasional—untuk menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berwawasan luas, mampu berkontribusi secara lokal, sekaligus siap bersaing di panggung dunia (think globally, act locally).
Tidak hanya mampu untuk menguasai Bahasa tetapi juga mnggunakanya dalam berliterasi. Literasi adalah keterampilan kunci untuk masa depan karena kemampuan literasi yang baik memungkinkan seseorang untuk komunikasi fundamental yang membentuk cara berpikir, berinteraksi sosial, dan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif.
Selain itu, kemampuan literasi juga menjadi kunci untuk sukses di berbagai bidang. Misalnya, di bidang akademik, literasi membantu siswa untuk memahami materi pelajaran, mengevaluasi sumber informasi, dan menghasilkan karya tulis yang berkualitas.
Di bidang karir, kemampuan literasi yang baik memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan efektif, mengelola informasi, dan membuat keputusan yang baik berdasarkan data.
4.Unggul dalam Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar yang nyaman adalah suasana aman, suportif, dan kondusif secara fisik maupun emosional, di mana siswa merasa betah, dihargai, dan bebas berinteraksi tanpa rasa takut.
Didukung pencahayaan baik, udara segar, tempat duduk nyaman, minim gangguan, serta ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung proses belajar efektif, konsentrasi, kreativitas, dan perkembangan potensi penuh mereka secara optimal.
Pemahaman ekoteologi sejak dini penting untuk membentuk generasi yang sadar lingkungan dengan memadukan nilai spiritual dan moral agama dengan tanggung jawab merawat bumi, menumbuhkan rasa hormat pada alam sebagai ciptaan Tuhan, dan membekali anak dengan etika serta praktik berkelanjutan, menjadikannya solusi krusial untuk mengatasi krisis ekologi global.
Hal ini dibuktikan semakin banyaknya madrasah yang mengembangkan adiwiyata dan program2 serupa demi kelestarian, lingkungan.
Lingkungan belajar tidak hanya sebatas tempat belajar tetapi juga suasan pembelajaran yang aman, harmoni anti kekerasan harus senantiasa diupayakan program madrasah ramah anak telah menjadi pilihan inovasi madrasah-madrasah sebagai upaya menciptakan madrasah yang harmoni dalam menciptakan lingkungan belajar yang unggul.
Kurikulum Berbasis cinta menjadi nafas dalam pembelajaran di madrasah untuk mengajarkan panca cinta pada murid-murid madrasah yaitu yaitu cinta kepada Tuhan & Rasul-Nya, cinta Ilmu, cinta diri & sesama, Lingkungan, serta cinta tanah Air, bertujuan membentuk manusia berkarakter utuh (insan kamil) yang cerdas, emosional, spiritual, dan sosial, bukan hanya kognitif, dengan cinta sebagai bahasa universal untuk keharmonisan.
Evaluasi dan pengembangan (evaluation and Developmen) ini bisa dilakukan untuk mengatur stategi manajemen menuju madrasah maju dan terintegrasi.
Sehingga bisa mewujudkan madrasah maju, bermutu dan mendunia.Upaya ini bisa berjalan dengan melakukan koordinasi, konsolidasi dan sinergi dengan internal Lembaga maupun pihak eksternal yang terkait.
Laili Nikmah
(Kepala MTsN 4 Tulungagung)
Editor : Dharaka R. Perdana