Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Program Magang Industri Penguatan Rantai Pasok KUMKM

Tim Redaksi • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:56 WIB
Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D. Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Kepala PSP-KUMKM LPPM UNS
Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D. Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Kepala PSP-KUMKM LPPM UNS

Pemerintah telah membuat terobosan keterhubungan antara lulusan perguruan tinggi dan industri.

Terobosan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 8 Tahun 2025 yang diubah dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Program ini memberi manfaat tidak hanya bagi lulusan perguruan tinggi tetapi juga industri atau kantor pemerintahan sebagai lokasi magang.

Namun demikian, program ini relatif terbatas jika dibandingkan dengan tiga hal.

Pertama, jumlah peluang magang tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang memerlukan program.

Kedua, lulusan sekolah vokasi, politeknik dan sekolah menengah kejuruan belum menjadi prioritas program magang.

Ketiga, koperasi dan UMKM belum menjadi prioritas lokasi magang sebagai proses tranformasi bisnis digital dan Naik Kelas.

Selain itu, penetapan koperasi dan UMKM sebagao lokasi magang dapat menjadi instrumen penguatan rantai pasok, termasuk mempercepat hilirisasi industri.

Baca Juga: Peran Zakat Produktif untuk Mengentaskan Kemiskinan

Sekolah (Menengah) Kejuruan dan Vokasi menjadi Tumpuan KUMKM

Koperasi dan UMKM merupakan skala usaha yang dominan dari segi jumlah unit usaha dan tenaga kerja dalam perekonomian nasional.

Namun demikian, pola rantai pasok usaha tersebut relatif sulit terhubung/terintegrasi secara efisien dan sistematis.

Kondisi ini tidak terlepas dari faktor internal dan eksternal bisnis.

Faktor internal bisnis terletak pada kualitas sumberdaya manusia, sumberdaya modal, klaster bisnis belum berjalan maksimal, inovasi dan standarisasi proses produksi (kualitas produk) yang belum mampu bersaing pada skala pasar yang lebih luas.

Sementara itu, faktor eksternal terletak pada fasilitasi program penguatan kapasitas produksi belum terlaksana, efisiensi dan keterhubungan rantai pasok relatif rendah, persaingan terbuka dengan perusahaan besar atau luar negeri yang semakin kuat, dan fasilitasi program magang industri yang belum terlaksana. 

Dalam rangka menyambungkan peluang lapangan pekerjaan dan penguatan rantai pasok, maka keberadaan sekolah (menengah) kejuruan dan vokasi perlu diperkuat.

Penguatan tersebut ditekankan pada desain kurikulum khusus bagi kedua jenis sekolah mengikuti dinamika industri dan pasar.

Kondisi ini memerlukan peraturan khusus yang mengatur sekolah kejuruan dan vokasi sebagai penyokong rantai pasok koperasi dan UMKM.

Kemampuan dan keberhasilan kedua jenis sekolah mensukseskan ketercapaian rantai pasok yang utuh dan efisien bagi koperasi dan UMKM akan menempatkan kedua jenis usaha tersebut tidak hanya soko guru perekonomian nasional, tetapi juga sebagai harapan penyerapan tenaga kerja muda terdidik. 

Kontribusi lulusan sekolah kejuruan dan vokasi dalam program magang industri dapat dimulai dari penguatan akses bahan baku produksi secara efisien dan cepat, perbaikan proses produksi/layanan, tranformasi digital baik proses produksi dan pemasaran, dan perluasan pasar produk/jasa koperasi dan UMKM.

Baca Juga: Pendidikan Bermutu untuk Semua: Fondasi Masa Depan Bangsa

Kontribusi ini dapat terealisasi dengan cara mendesain kurikulum pembelajaran di kedua jenis sekolah sesuai kebutuhan industri dan fasilitasi program-program bisnis bagi koperasi dan UMKM.

Para alumni magang di koperasi dan UMKM mempunyai beberapa pilihan.

Pertama, mereka mempunyai pengetahuan dan pengalaman bisnis sehingga mereka bisa membuka usaha baru dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kedua, mereka menjadi karyawan koperasi dan UMKM sebagai pemacu transformasi bisnis digital dan Naik Kelas.

Ketiga, mereka menjadi pendampingan koperasi dan UMKM yang memerlukan waktu relatif lama untuk berkembang atau Naik Kelas.  

Rantai pasok yang efisien dapat menjadi faktor keberhasilan UMKM Naik Kelas dan kemandirian ekonomi bangsa dalam jangka panjang.

Keberhasilan UMKM Naik Kelas juga bermakna peluang dan impian lapangan kerja yang semakin luas bagi alumni sekolah kejuruan dan vokasi.

Apabila skema magang industri untuk penguatan rantai pasok KUMKM dapat terealisasi maka para alumni kedua jenis sekolah tersebut tidak perlu menunggu lama untuk masuk atau diterima bekerja di sektor formal.

Selain itu, mereka juga tidak perlu menambah jumlah pelaku usaha informal.

Penurunan jumlah pelaku usaha informal juga bermakna bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat yang tercermin dalam pendapatan per kapita akan meningkat signifikan sesuai target yang didesain untuk Indonesia Emas 2045. 

Baca Juga: Konsep Strategis dalam Mengelola Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hadir di Masyarakat

Beberapa Terobosan

Dalam rangka menempatkan lulusan sekolah kejuruan dan vokasi sebagai penopang kesuksesan rantai pasok KUMKM, maka ada beberapa terobosan yang dapat dilakukan.

Pertama adalah perluasan cakupan fasilitasi magang bagi alumni sekolah kejuruan dan vokasi dengan penempatan di koperasi dan UMKM.

Kedua adalah evaluasi peraturan perundang-undangan dan desain kurikulum sekolah kejuruan dan vokasi untuk disesuaikan dengan dinamika industri dan pasar.

Ketiga adalah penguatan klaster bisnis koperasi dan UMKM untuk mempermudah identifikasi dan penguatan rantai pasok bisnis.

Keempat adalah insentif fiskal bagi sekolah kejuruan dan vokasi yang sukses mendorong mahasiswa semester akhir atau alumninya untuk magang industri di KUMKM.

Kelima adalah insentif fiskal melalui kredit usaha rakyat dengan tingkat bunga setara bunga acuan BI kepada koperasi dan UMKM yang sukses Naik Kelas sebagai dampak program magang industri.

Keenam adalah fasilitasi beasiswa studi lanjut bagi alumni program magang industri yang telah sukses mendorong rantai pasok KUMKM secara efisien sehingga usaha tersebut Naik Kelas.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kumkm #perekonomian nasional #industri #perguruan tinggi