Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Indonesia Emas 2045 Jangan Sampai Menjadi Tangisan Desa

Tim Redaksi • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:02 WIB
OLEH: ANANG MUSTOFA, S.E. (KEPALA DESA KENDALBULUR TULUNGAGUNG)
OLEH: ANANG MUSTOFA, S.E. (KEPALA DESA KENDALBULUR TULUNGAGUNG)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa komposisi penduduk Indonesia terus bergeser dari desa ke kota. Pada tahun 1950 sekitar 85% penduduk Indonesia tinggal di desa, kemudian turun menjadi 70% pada 1990, 50,2% pada 2010, dan berdasarkan Sensus Penduduk 2020 tinggal 43,3%. Berbagai proyeksi memperkirakan pada tahun 2045 hanya sekitar 30% penduduk yang masih tinggal di desa, sementara sekitar 70% berada di kawasan perkotaan.

Bagi saya, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi sebuah peringatan. Jangan sampai Indonesia Emas 2045 justru diiringi dengan "tangisan desa". Desa kehilangan penduduk produktif, ekonomi melemah, dan generasi mudanya lebih memilih menetap di kota karena desa tidak lagi menawarkan harapan.

Padahal, negara ini sesungguhnya dibangun oleh desa. Jauh sebelum Indonesia berdiri, desa telah memiliki pemerintahan, masyarakat, budaya, dan aset yang menjadi fondasi lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, kemajuan negara tidak boleh mengorbankan masa depan desa.

Inilah pentingnya desa benar-benar diberi perlindungan dalam mengelola kewenangannya, termasuk pengelolaan aset desa dan penataan ruang. Desa harus memiliki keleluasaan merencanakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakatnya, bukan hanya menjadi objek pembangunan.

Kita jangan sampai membiarkan kondisi di mana masyarakat desa ingin berolahraga harus pergi ke GOR kabupaten, ingin menikmati pusat kuliner harus menuju kota, ingin mendapatkan layanan kesehatan yang baik harus menuju kota, atau mencari pekerjaan dan pusat ekonomi juga harus ke kota. Jika semua kebutuhan dasar hanya tersedia di kota, maka desa akan terus ditinggalkan.

Desa harus menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, dengan fasilitas pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, sarana olahraga yang memadai, pusat-pusat ekonomi yang tumbuh, ruang publik yang layak, serta lapangan pekerjaan yang mampu menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Ketika semua itu hadir, generasi muda akan memiliki alasan untuk tetap tinggal, berkarya, dan membangun desanya sendiri.

Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kota yang semakin maju. Indonesia Emas harus diwujudkan dengan desa-desa yang tetap hidup, berdaya, dan sejahtera. Sebab, desa yang kuat adalah fondasi Indonesia yang kuat.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#penduduk #koalisi #desa #Indonesia Emas 2045