RADAR TULUNGAGUNG - Pernah mendengar nama tempoyak? Selain makanan modern, ternyata durian juga bisa diolah menjadi sebuah hasil fermentasi yang dinamakan tempoyak.
Tempoyak durian adalah makanan hasil fermentasi daging buah durian yang populer di berbagai daerah di Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Baca Juga: Berikut 12 Durian Populer di Indonesia, Harganya Ada yang Termahal
Tempoyak dipercaya berasal dari budaya masyarakat Melayu yang telah lama mengenal teknik fermentasi sebagai cara mengawetkan makanan.
Dalam sejarahnya, tempoyak sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai cara memanfaatkan durian yang melimpah saat musim panen.
Baca Juga: 5 Durian Langka Ini Semakin Jarang Ditemukan di Indonesia, Penyebabnya Mencengangkan
Masyarakat di Sumatera, Kalimantan, hingga Semenanjung Malaya mulai mengolah durian berlebih dengan menambahkan sedikit garam lalu membiarkannya difermentasi selama beberapa hari hingga menghasilkan rasa asam khas.
Pembuatan tempoyak cukup sederhana. Yaitu dengan mencampurkan daging durian matang dengan garam, kemudian menyimpannya dalam wadah tertutup selama 3–7 hari pada suhu ruang.
Baca Juga: Pilih dengan Biji atau Setek? Berikut Kelebihan dan Kelemahan Metode Menanam Durian
Proses fermentasi ini menghasilkan aroma khas, rasa asam, serta tekstur yang lebih lembut.
Cita rasa tempoyak yang unik menjadikannya bahan utama dalam berbagai hidangan tradisional.
Seperti gulai tempoyak ikan patin, sambal tempoyak, dan campuran dalam berbagai masakan khas Sumatera dan Kalimantan.
Baca Juga: Boleh Dicoba, Bau Durian di Tangan Bisa Ngacir dengan Cara Ini
Meskipun lebih dikenal di Indonesia dan Malaysia, tempoyak juga ditemukan dalam kuliner masyarakat Dayak di Kalimantan dan beberapa daerah di Thailand Selatan.
Di Indonesia, makanan ini sangat populer di Sumatra, khususnya di daerah Palembang, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.
Di Malaysia, tempoyak juga digunakan dalam berbagai masakan, terutama di daerah Pahang dan Perak.
Keunikan rasa tempoyak yang asam dan gurih menjadikannya warisan kuliner yang tetap lestari hingga kini.
Baca Juga: Biji Durian Boleh Dimakan? Berikut Sederet Fakta dan Mitos Durian
Sebagai bagian dari warisan budaya kuliner Nusantara, tempoyak durian menunjukkan bagaimana masyarakat tradisional memanfaatkan bahan makanan secara kreatif.
Dengan cita rasa khas yang unik, tempoyak tetap bertahan sebagai bagian dari kuliner lokal dan terus dinikmati oleh berbagai generasi.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik untuk mencicipi tempoyak atau bahkan mencoba membuatnya sendiri?
Editor : Dharaka R. Perdana