Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Inilah Alasan Mengapa Lontong Cap Go Meh Jadi Hidangan Khas Perayaan Cap Go Meh

Redaksi Radar Tulungagung • Kamis, 13 Februari 2025 | 19:29 WIB

 

Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh

Radar Tulungagung - Cap Go Meh menjadi puncak dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dinantikan banyak orang. Perayaan ini menjadi simbol harmoni dalam keberagaman budaya.

Perayaan Cap Go Meh telah dimulai sejak abad ke-7 Masehi yakni pada masa Dinasti Han yang ada di Tiongkok.

Perayaan ini dilakukan oleh raja dan masyarakatnya pada hari ke -15 di bulan pertama menurut penanggalan Tionghoa.

Saat Kaisar Ming berkuasa. Kala itu, ia mendapat kabar bahwa para biksu menyalakan lentera pada malam ke-15 dalam kalender China sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha.

Mendengar hal itu, kaisar ming memerintahkan masyarakatnya untuk menyalakan lentera di waktu yang sama.

Pada awalnya perayaan ini dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Budha, namun seiring waktu perayaan ini pada akhirnya berkembang dan diikuti oleh hampir seluruh masyarakat Tionghoa.

Perayaan Cap Go Meh ini juga semakin meriah dengan adanya pertunjukan barongsai, selain itu pemasangan lampion juga turut memperindah suasana perayaan Cap Go Meh.

Perayaan Cap Go Meh ini menjadi tanda dari serangkaian perayaan di hari imlek yang pada akhirnya telah menjadi tradisi turun temurun hingga saat ini.

Tak jauh berbeda dengan Perayaan  Tahun Baru Imlek, Perayaan Cap Go Meh ini biasanya juga diisi dengan peribadatan di rumah-rumah ibadah.

Pada dasarnya Cap Go Meh ini tak jauh berbeda dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Keduanya memiliki ciri khas yakni identik dengan warna merah dan lampion yang membuatnya semakin tampak meriah dan mewah.

Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa adanya festival lampion lampion akan membawa keberuntungan.

Warna kampion yang didominasi oleh wana merah juga  menjadi lambang dari kemakmuran, kebahagiaan hingga kesejahteraan.

Selain identik dengan segala bentuk pernak-perniknya, Perayan Cap Go Meh juga identik  dengan mi panjang umur yang tak pernah absen dari perayaan ini.

Tak hanya mi panjang umur, lontong Cap Go Meh juga menjadi hidangan yang sangat identik dalam perayaan ini. Lontong Cap Go Meh  merupakan hidangan hasil akulturasi budaya antara Jawa dan Tionghoa.

Hidangan ini hadir menjadi pengganti yuanxiao dan tangyuan yakni makanan yang terbuat dari tepung beras ketan namun keberadaannya dulu sulit  ditemukan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka para perantau dari China yang menikah dengan para pribumi Indonesia menciptakan inovasi baru berupa hidangan lontong Cap Go Meh. Hidangan ini  umumnya berisi isian lontong, opor ayam, sambal kentang dan telur rebus. (Ayu Ratna)

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#perayaan cap go meh #sejarah cap go meh #Imlek 2025 #tradisi china #Lontong Cap Gomeh #Budaya Tionghoa