Radar Tulungagung - Pernahkah saat kita bad mood, capek setelah seharian kerja, atau sedih karena suatu hal lalu tiba-tiba sepiring mie instan atau semangkuk bubur ayam membuat perasaan terasa lebih ringan?
Nah, itulah yang disebut comfort food — makanan yang bukan sekadar mengenyangkan perut, tapi juga menenangkan hati.
Secara sederhana, comfort food adalah makanan yang memberikan rasa nyaman, tenang, dan nostalgia bagi seseorang. Makanan ini biasanya punya hubungan emosional dengan kenangan masa kecil, rumah, atau momen-momen bahagia tertentu.
Hal unik dari comfort food adalah sifatnya yang sangat personal. Bagi satu orang, comfort food bisa berarti sup hangat buatan nenek, sementara bagi orang lain, mungkin itu semangkuk es krim setelah hari yang berat.
Ada beberapa alasan kenapa comfort food bisa bikin kita merasa lebih baik:
- Asosiasi Emosional – kekuatan comfort food terletak pada apa yang mereka ingat, entah itu keluarga atau hubungan lainnya. Makanan ini sering dikaitkan dengan kenangan indah, seperti masakan ibu, makan malam keluarga, atau makanan favorit saat kecil.
- Kandungan Nutrisi – Banyak comfort food mengandung karbohidrat, lemak, atau gula yang bisa memicu produksi serotonin (hormon “bahagia”) di otak.
- Sensasi Familiar – Saat kita merasa sedih atau tidak nyaman, comfort food menawarkan rasa yang “dikenal” dan bisa memberi rasa aman.
Contoh Comfort Food di Berbagai Negara:
- Indonesia: Mi instan, nasi goreng, bubur ayam, soto.
- Amerika Serikat: Mac and cheese, fried chicken, mashed potatoes.
- Jepang: Ramen, miso soup, onigiri.
- Korea Selatan: Tteokbokki, ramyeon, kimchi jjigae.
- Italia: Pasta, pizza, lasagna.
Setiap individu punya comfort food yang berbeda-beda, tergantung budaya dan pengalaman hidupnya. Yang pasti, comfort food bukan hanya soal rasa — tapi juga soal perasaan.
Comfort food adalah pengingat bahwa makanan bisa jadi lebih dari sekadar kebutuhan fisik. Comfort Food bisa jadi pelukan tak terlihat, teman yang menenangkan, atau kenangan baik yang membekas.
Jadi, apa comfort food kalian?
Editor : Aditya Yuda Setya Putra