RADAR TULUNGAGUNG - Sate dikenal luas sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang begitu populer, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa sejarah sate berakar dari proses percampuran budaya sejak ratusan tahun silam.
Baca Juga: Tanpa Racikan Bumbu Ini Sate Ayam Kurang Lezat, Ternyata Bisa Dibikin di Rumah
Diperkirakan, asal usul sate bermula pada abad ke-19 saat pedagang Arab, India, dan Gujarat datang ke kepulauan Nusantara.
Mereka membawa kebab atau daging tusuk bakar khas Timur Tengah. Teknik ini kemudian diadaptasi oleh masyarakat lokal dengan menggunakan bambu sebagai tusuk sate dan memadukan rempah-rempah lokal seperti bawang putih, ketumbar, hingga gula Jawa.
Baca Juga: Sate Kelinci Aman Dikonsumsi Penderita Hipertensi dan Kolesterol Tinggi, Benarkah Demikian?
Kuliner sate berkembang sangat pesat dan menghasilkan berbagai varian di setiap daerah.
Ada sate ayam bumbu kacang dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, sate kambing khas Tegal, hingga sate Padang yang disiram kuah kental berempah dari Sumatera Barat.
Baca Juga: Sate Kuda Bisa Bikin Vitalitas Pria Dewasa Lebih Perkasa? Ini Faktanya
Di Bali, masyarakat mengenal sate lilit, yaitu daging cincang yang dibumbui dan dililit pada batang serai.
Di Madura, terkenal sate Madura dengan cita rasa manis gurih dari perpaduan kecap dan kacang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sate Kambing Legendaris di Tulungagung, Nomor 3 di Pinggiran Kota
Semua varian ini menunjukkan bahwa sate adalah warisan kuliner yang sangat fleksibel dan adaptif.
Tak hanya di Indonesia, jejak kuliner sate juga menyebar ke berbagai belahan dunia.
Di Malaysia dan Singapura, terdapat satay yang hampir serupa dengan sate Nusantara. Di Jepang, dikenal yakitori, yaitu sate ayam dengan saus asin-manis.
Sementara di Rusia dan Timur Tengah, terdapat varian seperti shashlik dan shish kebab.
Baca Juga: Sate Kambing vs Sate Ayam: Mana yang Lebih Enak Bagi Anda?
Eksistensi sate Indonesia di kancah internasional turut diperkuat lewat festival makanan dan promosi wisata kuliner.
Beberapa restoran Indonesia di luar negeri bahkan menjadikan sate sebagai menu utama, membuktikan daya tariknya yang lintas budaya.
Baca Juga: Sate Ayam Madura vs Sate Ayam Ponorogo di Tulungagung, Apa Bedanya?
Sate tidak hanya menjadi makanan rakyat yang dijajakan di pinggir jalan, tapi kini juga hadir dalam konsep fine dining.
Banyak chef profesional mengkreasikan sate modern dengan sentuhan gourmet, namun tetap mempertahankan kekhasan bumbu Indonesia.
Baca Juga: Tulungagung Punya Sate Kambing Tanpa Bau, Ternyata Ini Resepnya!
Di berbagai acara besar seperti pernikahan, pesta, hingga perayaan nasional, sate selalu menjadi menu favorit yang disukai semua kalangan.
Cita rasa yang unik, teknik pembakaran yang khas, serta ragam pilihan daging membuat sate tetap relevan hingga kini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana