Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bu Martun vs Bu Muyasri, Perebutan Takhta Nasi Pecel Terenak di Desa Kedungwaru Tulungagung

Yessica Ajeng Paramitha • Jumat, 18 April 2025 | 04:02 WIB
Inilah dua warung nasi pecel terenak di Kedungwaru Tulungagung
Inilah dua warung nasi pecel terenak di Kedungwaru Tulungagung

Radar Tulungagung - Pagi hari di Desa Kedungwaru Tulungagung selalu dipenuhi aroma khas sambal kacang yang menyeruak dari warung-warung nasi pecel. 

Di antara banyaknya pilihan, dua nama selalu jadi buah bibir warga lokal, Warung Nasi Pecel Bu Martun dan Warung Nasi Pecel Bu Muyasri.

Keduanya bukan hanya sekadar tempat makan nasi pecel, tapi sudah menjadi bagian dari rutinitas pagi masyarakat Desa Kedungwaru.

Di Gang III Jalan Pahlawan Kedungwaru, dua warung nasi pecel ini berdiri tak jauh satu sama lain dan setiap pagi, antrean panjang menjadi pemandangan yang lumrah.

Meski menjual menu yang serupa, keduanya memiliki karakter rasa nasi pecel yang berbeda, bahkan bisa dibilang bertolak belakang.

Pagi yang Ramai di Warung Bu Martun

Sekitar pukul enam pagi, Warung Bu Martun sudah mulai dipadati pelanggan.

Warung ini menyajikan nasi pecel dengan sambal kacang yang lembut, gurih, dan sedikit manis ciri khas rasa klasik ala Tulungagung.

Disajikan dengan sayur-sayuran segar dan lauk seperti tempe goreng, telur dadar, dan rempeyek, sepiring nasi pecel di sini menjadi santapan yang menghangatkan pagi.

Tak heran, banyak pelanggan setia yang datang hampir setiap hari hanya untuk menikmati racikan tangan nasi pecel Bu Martun yang legendaris.

Sambal Medok ala Bu Muyasri

Berjalan beberapa meter ke arah barat, suasana serupa juga tampak di Warung Bu Muyasri.

Warung ini memiliki keunggulan di sambal pecelnya yang lebih pedas dan tajam, cocok untuk penikmat rasa yang lebih berani.

Tekstur sambalnya lebih kasar dengan aroma kacang yang kuat, menciptakan sensasi rasa sambal pecel yang langsung ‘menendang’ di lidah.

Bu Muyasri juga dikenal dengan pilihan lauknya yang variatif, mulai dari empal daging hingga ayam goreng.

Tempatnya sederhana, namun bersih dan teratur, menciptakan suasana yang hangat untuk menikmati sarapan nasi pecel.

Persaingan antara warung Bu Martun dan Bu Muyasri bukanlah rivalitas yang saling menjatuhkan.

Justru, keduanya saling melengkapi selera pecinta nasi pecel di Desa Kedungwaru Tulungagung.

Ada yang lebih suka kehalusan sambal pecel Bu Martun, ada pula yang jatuh hati pada rasa pedas khas Bu Muyasri.

Yang jelas, keduanya menjadi simbol betapa kuatnya tradisi kuliner lokal dalam membentuk identitas suatu daerah.

Nasi pecel bukan hanya makanan ia adalah cerita, budaya, dan bagian dari denyut kehidupan masyarakat Tulungagung khususnya Desa Kedungwaru setiap pagi.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #kedungwaru #resep rahasia #pecel #nasi pecel