Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lain Kota Lain Variasi dan Rasanya, Ini Perbedaan Nasi Padang di Seluruh Indonesia

Yessica Ajeng Paramitha • Senin, 21 April 2025 | 06:35 WIB

 

Nasi Padang memiliki banyak variasi menyesuaikan kota tempat berjualan. (PINTEREST)
Nasi Padang memiliki banyak variasi menyesuaikan kota tempat berjualan. (PINTEREST)

RADAR TULUNGAGUNG - Nasi Padang pada saat ini bukan hanya sekadar makanan khas Sumatera Barat. 

Nasi Padang telah menjelma menjadi ikon kuliner nasional yang bisa ditemukan dari kota besar hingga daerah terpencil di Indonesia. 

Kelezatan bumbu rempahnya, ragam lauk yang menggoda, serta penyajian yang khas membuat Nasi Padang tak pernah kehilangan penggemar.

Tak heran jika Nasi Padang menjadi salah satu kuliner Minang yang paling dicari di berbagai kota. 

Di balik kelezatan Nasi Padang, ada cerita perantauan, adaptasi rasa lokal, hingga transformasi yang unik di setiap daerah.

1. Jakarta – Surga Nasi Padang dengan Lauk Melimpah

Di ibu kota, nasi Padang adalah pilihan utama untuk makan siang.

Rumah makan Padang mudah ditemukan di sudut-sudut kota. Ciri khasnya? Rendang empuk, gulai kikil gurih, serta sambal hijau yang segar.

Dan tentu saja kuah gulai yang mengguyur nasi panas tradisi “banjir kuah” yang bikin nagih.

2. Bandung – Nasi Padang yang Lebih Kalem dan Modern

Lidah orang Bandung yang cenderung menyukai rasa manis dan lembut memengaruhi cita rasa Nasi Padang di sini. 

Sambalnya tidak terlalu pedas, rendangnya sedikit lebih manis, tapi tetap menggugah. 

Beberapa warung Nasi Padang bahkan tampil lebih modern, menyatu dengan gaya hidup anak muda kota kreatif ini.

3. Yogyakarta – Versi Ramah Lidah dan Dompet

Di Yogyakarta, Nasi Padang disajikan dengan rasa yang lebih bersahabat.  Rendangnya manis, sambalnya ringan, tapi porsinya tetap melimpah. 

Inilah kenapa Nasi Padang di Yogyakarta jadi favorit para mahasiswa dan pelancong.

4. Surabaya – Pedas, Kuat, dan Berani Rasa

Jika kamu pecinta rasa pedas, Nasi Padang di Surabaya patut dicoba. Sambal lado merahnya pedas menyengat, cocok dengan selera masyarakat Jawa Timur. 

Rendangnya pun lebih kering dan penuh bumbu, benar-benar menguji ketahanan lidah.

5. Medan – Rasa Nasi Padang Paling Otentik

Sebagai salah satu kota dengan populasi perantau Minang terbesar, Medan menghadirkan Nasi Padang yang nyaris tidak berubah dari aslinya. 

Kamu bisa menemukan gulai otak, tambusu, dan rendang kering yang penuh cita rasa.  Ini adalah rumah bagi rasa Padang yang sebenarnya.

6. Makassar – Perpaduan Kuat Antara Rempah Minang dan Lokal

Di Makassar, Nasi Padang disajikan dengan kuah gulai lebih pekat dan rasa yang cenderung gurih pedas.

Beberapa tempat bahkan menambahkan sentuhan lokal seperti telur asin atau kerupuk khas Sulawesi sebagai pelengkap sajian Nasi Padang.

7. Bali – Rasa Minang dengan Sentuhan Wisata

Meskipun Bali memiliki kuliner khasnya sendiri, Nasi Padang tetap dicari, terutama oleh wisatawan domestik. 

Di sini, rasa Nasi Padang sedikit disesuaikan agar lebih ringan, namun tetap mempertahankan karakter kuat dari rendang dan gulai.

8. Papua – Nasi Padang dengan Sentuhan Laut Timur

Di tanah Papua, Nasi Padang hadir sebagai pelipur rindu para perantau. Ikan laut segar menjadi bahan pelengkap yang unik, dipadukan dengan bumbu khas Minang.

Meski jauh dari kampung halaman, rasa Nasi Padang tetap autentik.

Nasi Padang adalah salah satu bukti kekuatan kuliner Indonesia dalam menyatukan rasa dan budaya. 

Ia bisa berubah mengikuti selera lokal, namun tetap mempertahankan identitasnya sebagai Nasi Padang.

Dari Sumatera hingga Papua, sepiring Nasi Padang selalu punya cerita tentang rumah, tentang rasa, dan tentang bagaimana makanan bisa menjadi jembatan budaya.

Editor : Dharaka R. Perdana
#nasi padang #Variasi #ikon kuliner nasional