Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Digandrungi Anak Muda, Sompil Legendaris Tulungagung Ini Masih Eksis Bertahan

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 25 April 2025 | 19:41 WIB

Sompil Mbah Yem di Ngunggahan masih tetap bertahan. (CAFELLA)
Sompil Mbah Yem di Ngunggahan masih tetap bertahan. (CAFELLA)

RADAR TULUNGAGUNG - Saat arus modernisasi dan menjamurnya kuliner cepat saji, warung sompil milik keluarga Katiyem atau Mbah Yem, masih menjadi destinasi kuliner yang bertahan dengan kesederhanaannya di Tulungagung.

Meskipun terletak di sebuah gang sempit di Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Tulungagung dan beroperasi dari dapur berdinding anyaman bambu (gedhek), warung ini tetap ramai pengunjung.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sate Kambing Legendaris di Tulungagung, Nomor 3 di Pinggiran Kota

Warung yang dikenal dengan sajian "sompil" varian lontong sayur khas lokal telah dirintis oleh Katiyem sejak 1983 di wilayah barat Tulungagung.

Kini, tongkat usaha diteruskan oleh putrinya, Supirah. Ia mengaku mampu melayani ratusan pembeli setiap hari, dengan konsumsi beras yang bisa mencapai 50 kilogram.

Baca Juga: Rengginang Suruhan Lor Hanya Berkutat di Lokal Tulungagung, Ini Kendala yang Mereka Hadapi

Sompil yang disajikan terdiri atas lontong dengan sayur lodeh berbahan dasar nangka muda, kacang panjang, rebung, dan pepaya muda.

Kemudian ditambah sambal kacang serta pelengkap berupa rempeyek dan tempe goreng. 

Baca Juga: Kerupuk Gaplek Pakisrejo Tulungagung Tetap Tumbuh, Tapi Terkendala Branding

Uniknya, meskipun berstatus sebagai makanan tradisional, pelanggan warung ini justru banyak berasal dari kalangan muda.

Dea Safira, salah seorang pengunjung, menyebut sensasi menyantap sompil di dapur Mbah Yem seperti kembali ke suasana makan di rumah nenek. “Cita rasa pedas khas dan tidak ditemukan di tempat lain,” ujarnya.

Baca Juga: Proses Produksi Manual, Ternyata Ini Resep Emping Melinjo dari Desa di Tulungagung Masih Eksis

Dengan harga yang relatif terjangkau, sompil dapur Mbah Yem menjadi contoh bahwa kelezatan kuliner tidak selalu ditentukan oleh kemewahan tempat atau teknik penyajian modern.

Di balik dapur sederhana ini, tersimpan nilai historis dan warisan rasa yang bertahan lintas generasi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#lontong sayur #sompil mbah yem #tulungagung