Radar Tulungagung - Soto Buthek merupakan salah satu makanan legendaris dari Tulungagung. Dimana penamaan Soto Buthek berasal dari kuah soto yang keruh atau tidak bening.
Hanya dibandrol dengan harga Rp 7 ribu satu porsi, warung Soto Buthek ini terletak di Jl. Anggrek No 59, Area Persawahan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Diketahui warung makan ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB. Selain menjual Soto Buthek, warung makan tersebut juga menjual aneka nasi goreng, mie goreng, dan mie rebus.
Baca Juga: Makanan dan Minuman Ini Cocok Disantap saat Hujan di Tulungagung, Apa Saja?
Secara harfian, soto buthek memiliki kuah yang keruh. Tidak seperti mayoritas soto lainnya dengan kuah yang bening.
Hal ini disebabkan soto satu ini diracik menggunakan santan maupun kaldu rempah yang begitu kental.
Tak ayal, soto buthek asli Tulungagung memberikan cita rasa khas yang gurih dan kuat, berbeda dengan soto-soto lainnya.
Baca Juga: Rebus vs Goreng Pertarungan Abadi di Dunia Dapur
Pada proses pembuatannya, soto buthek ini diracik menggunakan rempah-rempah yang begitu melimpah.
Dimana ketika masuk ke mulut, sajian soto buthek memberikan sensasi kaya rasa dan menghangatkan.
Bahkan aroma khas dari serai, daun jeruk, dan kemiri menyatu dalam satu porsi soto buthek.
Baca Juga: Kuliner Murah di Tulungagung, Cukup dengan Rp 10 Ribu Bisa Kenyang Seharian
Satu porsi soto buthek memiliki isian yang begitu melimpah dan beragam.
Biasanya dalam satu porsi soto buthek disajikan dengan irisan daging ayam atau daging sapi.
Tak hanya itu, juga terdapat irisan kol, tauge, bihun, dan taburan bawang goreng. Bahkan tak jaran juga terdapat tambahan telur atau jerohan.
Banyak warung soto buthek di Tulungagung yang masih mempertahankan cara penyajian dengan nuansa tradisional.
Baca Juga: Resep Mie Ayam Homemade yang Mudah dan Menggugah Selera
Dimana resep rahasia dalam memasak soto buthek biasanya merupakan resep turun-temurun.
Tentu hal ini memberikan pengalaman kuliner yang autentik bagi pecinta kuliner tradisional, khususnya di Tulungagung.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz