TULUNGAGUNG-Bagi masyarakat Tulungagung, nasi pecel bukan sekadar menu sarapan atau makan siang biasa ia adalah bagian dari identitas.
Meskipun zaman sudah berubah, restoran cepat saji makin menjamur, dan tren kuliner makin beragam, tetap saja, nasi pecel punya tempat spesial di hati orang Tulungagung.
Lantas, kenapa sih orang Tulungagung gak bisa lepas dari nasi pecel?
- Rasa Khas yang Bikin Kangen
Nasi pecel Tulungagung terkenal dengan bumbu kacangnya yang legit, gurih, dan sedikit pedas. Kombinasi kacang tanah, kencur, daun jeruk, dan cabai menciptakan sensasi rasa yang menggoyang lidah.
Belum lagi sayuran rebus segar seperti bayam, kecipir, dan kenikir yang menambah tekstur dan kesegaran. Makan satu porsi aja rasanya gak cukup.
- Murah Meriah dan Mengenyangkan
Di tengah harga makanan yang terus naik, nasi pecel tetap jadi pilihan hemat. Hanya dengan belasan ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati sepiring nasi lengkap dengan sayur, bumbu kacang, tempe, tahu, dan peyek. Rasanya puas banget tanpa bikin kantong bolong.
Baca Juga: Makan Sekali Langsung Ketagihan, Ini Rahasia Kenikmatan Nasi Pecel Madiun
- Mudah Ditemukan, dari Warung Pinggir Jalan Sampai Pasar Tradisional
Coba deh jalan pagi di Tulungagung. Hampir di setiap sudut kota, kamu pasti menemukan penjual nasi pecel.
Bahkan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Ngemplak atau Pasar Wage, aroma bumbu kacang sudah mengundang sejak subuh. Keberadaan nasi pecel yang merata ini bikin warga makin susah move on.
Baca Juga: Wisata Kuliner Malam Kota Kediri, Nasi Pecel Jalan Dhoho Wajib Kamu Coba!
- Nostalgia yang Selalu Menghangatkan
Bagi perantau asal Tulungagung, nasi pecel adalah obat rindu kampung halaman.
Setiap suapan seakan membawa mereka kembali ke masa kecil—sarapan bareng keluarga, beli pecel di pasar bareng ibu, atau makan rame-rame habis ronda malam. Kenangan ini membuat nasi pecel lebih dari sekadar makanan; ia adalah rasa rumah.
- Fleksibel, Bisa Dimakan Kapan Saja
Mau sarapan? Nasi pecel cocok. Makan siang? Cocok juga. Bahkan banyak orang yang gak ragu makan pecel buat makan malam.
Saking fleksibelnya, pecel juga bisa dikreasikan—dicampur nasi jagung, dimakan pakai lontong, atau bahkan dibikin versi modern dengan topping tambahan.
Editor : Didin Cahya Firmansyah