Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tumbuhan Obat Khas Tulungagung yang Sudah Jarang Dikenal Anak Muda

Yoga Dany Damara • Rabu, 4 Juni 2025 | 15:30 WIB
Tulungagung memiliki ragam tumbuhan obat yang tidak hanya berkhasiat, tapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah, termasuk secang.
Tulungagung memiliki ragam tumbuhan obat yang tidak hanya berkhasiat, tapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah, termasuk secang.

TULUNGAGUNG- Kekayaan hayati berupa tumbuhan obat khas Tulungagung yang dulu akrab digunakan oleh masyarakat sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, pengetahuan tentang tanaman-tanaman berkhasiat ini mulai pudar, terutama di kalangan anak muda Tulungagung.

Padahal, Tulungagung memiliki ragam tumbuhan obat yang tidak hanya berkhasiat, tapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah.

Berikut ini beberapa tumbuhan obat khas Tulungagung yang kini sudah mulai jarang dikenal generasi muda:

  1. Kayu Secang (Caesalpinia sappan)

Dulu, rebusan kayu secang sangat populer sebagai minuman sehat yang menyegarkan. Warnanya merah alami, dengan rasa khas dan manfaat yang luar biasa.

Masyarakat Tulungagung memanfaatkannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi peradangan, hingga memperlancar sirkulasi darah. Kini, tanaman ini lebih sering terlihat sebagai hiasan daripada digunakan sebagai obat.

 Baca Juga: Tempe Khas Tulungagung bukan Sekadar Lauk Pelengkap, Warga Bali dan Kalimantan Rutin Pesan

  1. Daun Sembung (Blumea balsamifera)

Tanaman ini biasa digunakan untuk mengobati masuk angin, perut kembung, dan nyeri haid. Daunnya memiliki aroma khas yang kuat, dan sering dijadikan campuran dalam ramuan tradisional.

Namun, di era sekarang, hanya sedikit anak muda yang tahu cara mengolah dan manfaat daun sembung ini.

 Baca Juga: Camilan Unik Khas Tulungagung yang Jarang Diketahui Sudah Pernah Coba?

  1. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Sebagai bagian dari keluarga rimpang, temulawak punya segudang manfaat, mulai dari meningkatkan nafsu makan hingga menjaga fungsi hati.

Dahulu, hampir setiap rumah di Tulungagung memiliki simpanan temulawak, baik dalam bentuk segar maupun serbuk. Sayangnya, keberadaan dan penggunaannya kini mulai tergeser oleh suplemen modern.

  1. Brotowali (Tinospora crispa)

Meski rasanya pahit, brotowali terkenal sebagai penurun panas alami dan pengontrol gula darah.

Dulu, orang tua kita rela minum air rebusan brotowali demi kesehatan. Namun, karena rasa yang tidak bersahabat dan kurangnya edukasi, tanaman ini mulai ditinggalkan.

 Baca Juga: Kuping Gajah Naka Tulungagung: Inilah Keunggulan Camilan Tradisional yang Melegenda

  1. Meniran (Phyllanthus niruri)

Meniran yang tumbuh liar di halaman rumah sering dianggap gulma, padahal sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi infeksi.

Banyak orang tua di desa memanfaatkan meniran sebagai "antibiotik alami", tetapi kini hanya segelintir yang mengenalnya.

Mengapa Anak Muda Perlu Mengenal Kembali Tumbuhan Obat Lokal?

Menjaga warisan lokal bukan sekadar melestarikan tanaman, tapi juga mewarisi cara hidup yang lebih dekat dengan alam.

Di saat dunia modern semakin bergantung pada obat-obatan kimia, kembali ke alam bisa menjadi pilihan bijak.

Tumbuhan obat tidak hanya murah dan mudah didapat, tapi juga minim efek samping jika digunakan dengan benar.

Dengan mengenal kembali tumbuhan obat khas daerah, generasi muda bisa:

Menghargai kekayaan budaya dan alam sekitar

Mendorong pengembangan herbal lokal yang berpotensi ekonomi

Mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih sehat secara alami

Tulungagung tidak hanya dikenal karena marmer dan wisata alamnya, tapi juga karena kekayaan hayatinya yang luar biasa.

Tumbuhan obat khas Tulungagung adalah harta karun tersembunyi yang layak untuk digali kembali.

Mari bersama-sama mengenalkan kembali kekayaan ini kepada generasi muda, agar warisan leluhur kita tetap hidup dan memberi manfaat hingga masa depan. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #kesehatan #anak muda #tumbuhan obat