TULUNGAGUNG – Bagi sebagian warga Tulungagung, mengolah daging menjadi sajian empuk dan lezat adalah seni tersendiri. Apalagi saat Idul Adha atau momen hajatan, hidangan daging kerap menjadi primadona di meja makan.
Sayangnya, tak sedikit warga Tulungagung yang mengeluh karena hasil masakan mereka masih keras dan sulit dikunyah.
Padahal, untuk diketahui warga Tulungagung tanpa menggunakan panci presto sekalipun, ada banyak cara sederhana agar daging bisa dimasak hingga empuk sempurna.
Di berbagai dapur rumah tangga di Tulungagung, yaitu :
1. Pemilihan jenis daging menjadi langkah awal yang penting
Potongan seperti has dalam atau has luar sangat cocok untuk masakan cepat seperti tumis dan sate karena teksturnya yang lebih lembut.
Sebaliknya, bagian seperti sandung lamur atau paha belakang lebih cocok untuk masakan berbumbu yang dimasak lama, seperti rendang khas Jawa Timur atau semur ala rumahan.
2. Teknik mengiris juga tak kalah penting
Banyak ibu-ibu di Tulungagung yang telah terbiasa memotong daging melawan arah serat, cara sederhana tapi efektif untuk membuat daging lebih mudah dikunyah.
3. Selain itu, penggunaan bahan alami
Yakni nanas parut, daun pepaya, atau air jeruk nipis. Daun-daun tersebut telah lama dipercaya sebagai pengempuk alami yang aman dan mudah ditemukan di pasar tradisional.
Proses marinasi dengan cairan asam seperti cuka atau yogurt minimal selama satu jam juga membantu melembutkan serat daging sekaligus memperkaya rasa.
4. Hasil yang benar-benar maksimal
Masaklah daging dengan api kecil dalam waktu lama—teknik “low and slow” ini terbukti ampuh memecah kolagen dan menghasilkan tekstur yang empuk menggoda.
5. Terakhir, jangan buru-buru menyajikan daging setelah dimasak.
Biarkan sejenak selama 5–10 menit agar jus alami di dalam daging menyebar rata. Teknik “resting” ini sederhana, tapi berdampak besar terhadap kelembutan daging saat disantap. (rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah