TULUNGAGUNG-Jika kamu berkunjung ke Tulungagung, jangan hanya terpaku pada wisata alam atau budaya saja.
Saat malam tiba, Tulungagung berubah menjadi surga kuliner dengan berbagai pilihan makanan khas, jajanan kaki lima, dan warung legendaris yang menggoda selera.
Simak rekomendasi dan suasana khas kuliner malam di Tulungagung, dari pusat kota hingga pelosok desa.
Banyak yang buka hingga dini hari, cocok untuk penjelajah malam.
1. Sate Ayam Tulungagung
Salah satu sate legendaris yang jadi andalan warga lokal di pojok Stasiun Tulungagung. Buka mulai sore hingga tengah malam.
Dengan ciri khas daging empuk, bumbu kacang kental, sambal rawit ulek.
2. Nasi Lodho Tulungagung – Pedasnya Menggoda
Lodho adalah makanan khas yang wajib dicoba. Biasanya dijual di warung malam atau tenda kaki lima.
Isian Ayam kampung bakar bersantan, sambal pedas, dan nasi gurih, tambah menggugah selera.
3. Sego Tempong Khas Tulungagung – Pedas Nikmat Tiada Dua
Kuliner khas Banyuwangi ini disukai warga Tulungagung, apalagi yang suka rasa pedas menggigit.
Dengan nasi, sayur rebus, tempe, ayam goreng, dan sambal “tempong”.
4. Rawon Malam Legendaris Sejak 1990-an
Rawon daging dengan kuah hitam pekat dan nasi hangat cocok dinikmati malam hari berada di dekat Stasiun Tulungagung.
Dengan ciri khas kuah kluwek pekat, irisan daging besar, sambal rawit.
5. Angkringan Pinggir Rel – Gaya Santai Anak Muda
Ingin suasana santai? Angkringan di dekat rel kereta api atau taman kota sering jadi tongkrongan anak muda.
Menu biasanya nasi kucing, sate usus, kopi jos, wedang jahe.
6. Roti Bakar & Indomie Malam – Favorit Kaum Rebahan
Bagi yang suka nongkrong santai, warung roti bakar dan indomie kekinian menjamur di berbagai sudut kota.
Kuliner malam di Tulungagung adalah perpaduan antara rasa khas Jawa Timur, suasana santai, dan harga yang bersahabat.
Mulai dari sate legendaris, rawon malam, hingga angkringan ala milenial—semuanya bisa kamu temukan begitu matahari terbenam. Kota kecil ini membuktikan bahwa kenikmatan kuliner tak harus mahal, cukup nikmati malam dengan perut bahagia. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah