PURWAKARTA- Hari Raya Idul Adha identik dengan olahan daging kurban yang menggugah selera. Salah satu sajian istimewa yang bisa kamu coba di rumah adalah sate maranggi, kuliner khas Purwakarta, Jawa Barat.
Sate maranggi merupakan sate tradisional yang umumnya menggunakan daging sapi.
Berbeda dari sate pada umumnya, sate maranggi dikenal memiliki memiliki cita rasa manis, gurih, dan rempah yang meresap hingga ke dalam daging.
Berikut resep membuat sate maranggi khas Purwakarta.
Bahan-bahan:
500 gram daging sapi has dalam, potong dadu
2-3 lembar daun pepaya
4 sendok makan kecap manis
2 sendok makan air asam jawa
1 sendok makan minyak goreng
Garam dan lada secukupnya
Tusuk sate secukupnya
Bumbu Halus:
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 ruas jahe
2 ruas lengkuas muda
½ sendok makan ketumbar sangrai
½ sendok teh jintan sangrai
½ sendok makan gula merah
Sambal Tomat Mentah:
2 buah tomat, potong kasar
5 buah cabai rawit
2 siung bawang merah
1 buah jeruk limau
Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat:
1. Potong daging sapi berbentuk dadu kecil.
2. Bungkus dengan daun pepaya, remas-remas perlahan, lalu diamkan selama 30 menit agar teksturnya lebih empuk.
3. Haluskan bumbu yang terdiri dari 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 1 ruas jahe, 2 ruas lengkuas muda, ½ sendok makan ketumbar sangrai, ½ sendok teh jintan sangrai, dan ½ sendok makan gula merah.
4. Campurkan daging dengan bumbu yang sudah dihaluskan.
5. Tambahkan 4 sendok makan kecap manis, 2 sendok makan air asam jawa, 1 sendok makan minyak goreng, serta garam dan lada secukupnya.
Aduk hingga merata, lalu simpan dalam kulkas minimal 30 menit agar bumbu meresap.
6. Tusuk daging ke tusuk sate. Bakar di atas bara api atau di atas teflon dengan api kecil.
Sambil dibakar, olesi sesekali dengan sisa bumbu.
7. Buat sambal tomat mentah dengan mengulek kasar 2 buah tomat, 5 cabai rawit, dan 2 siung bawang merah.
Tambahkan perasan jeruk limau, garam, dan gula secukupnya. Lalu aduk rata.
8. Sajikan sate maranggi selagi hangat bersama sambal tomat dan nasi putih atau lontong sebagai pelengkap.
Editor : Didin Cahya Firmansyah