Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

7 Kuliner Khas Surabaya yang Wajib Dicicipi Saat Berkunjung ke Kota Pahlawan, Nomer Terakhir dari Adonan Tepung yang Spesial

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 11 Juni 2025 | 22:30 WIB
Surabaya menyimpan kuliner khas yang kaya rasa, wajib dikunjungi saat datang ke Kota Pahlawan. Salah satu yang wajib dicicipi adalah pecel lele.
Surabaya menyimpan kuliner khas yang kaya rasa, wajib dikunjungi saat datang ke Kota Pahlawan. Salah satu yang wajib dicicipi adalah pecel lele.

SURABAYA - Surabaya, kota yang dikenal semangat kepahlawanannya menyimpan kekayaan dalam dunia kuliner.

Dari hidangan legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, hingga camilan kaki lima yang terus bertahan karena cita rasanya yang autentik.

Jika kamu berencana mengunjungi Surabaya, berikut 7 kuliner khas Surabaya yang wajib dicicipi.

1. Lontong Balap

Lontong balap adalah salah satu kuliner ikonik dari Surabaya yang tak boleh dilewatkan.

Nama uniknya berasal dari kebiasaan para penjual zaman dulu yang membawa dagangannya dengan pikulan dan berjalan cepat, seolah sedang balapan.

Hidangan ini terdiri dari potongan lontong yang disajikan dengan tauge rebus, tahu goreng, lentho, dan kuah bening yang ringan dan menyegarkan.

Baca Juga: 10 Makanan Enak Khas Trenggalek yang Wajib Dicoba, Rasa Otentik dan Bikin Nagih!

Biasanya dilengkapi dengan kerupuk dan sambal petis khas Surabaya yang menambah rasa pedas gurih

2. Rujak Cingur

Rujak cingur mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang.

Cingur berarti hidung sapi yang telah direbus hingga empuk, lalu dipotong kecil-kecil dan dicampur bersama sayuran segar seperti kangkung, tauge, mentimun, dan juga buah seperti nanas dan bengkuang.

Keunikan kuliner ini terletak pada bumbu petis yang digunakan, bumbu berwarna hitam pekat dari fermentasi udang yang dicampur kacang tanah, gula merah, cabai, dan pisang klutuk muda.

3. Pecel Semanggi

Pecel semanggi adalah salah satu kuliner khas Surabaya yang mulai jarang ditemukan.

Dibuat dari kukusan daun semanggi lalu disajikan dengan tauge serta sambal yang terbuat dari kacang tanah, ubi jalar, dan petis. Kemudian disajikan menggunakan pincuk dan dilengkapi dengan kerupuk puli.

Pecel semanggi menyuguhkan rasa gurih dan manis yang lembut namun khas.

Menyantap pecel semanggi bukan hanya soal rasa, tetapi juga mendukung kelestarian kuliner lokal yang hampir punah.

Baca Juga: Nasi Jotos Khas Madiun: Kuliner Murah Meriah yang Bikin Ketagihan, Ada Asal Usul dan Sejarahnya

4. Pecel Lele

Meski dikenal luas di berbagai daerah, pecel lele ala Surabaya punya keistimewaan tersendiri.

Lele digoreng garing hingga kulitnya renyah. Lalu disajikan bersama sambal tomat pedas yang segar dan lalapan, seperti mentimun, kemangi, dan kol.

Biasanya dijual di warung tenda kaki lima yang berjejer di malam hari.

Pecel lele menjadi favorit banyak orang karena murah, cepat disajikan, dan rasanya sangat menggugah selera.

5. Sate Klopo

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate klopo adalah sate daging yang dibalut dengan parutan kelapa sebelum dibakar.

Sate klopo biasanya disajikan bersama lontong dan bumbu kacang kental, kadang ditambah sambal kecap untuk sensasi pedas manis.

Baca Juga: Pindang Segar Khas Desa Ngentrong, Tulungagung: Potensi Kuliner dari Hasil Laut Jawa Timur

6. Mie Kembang Jepun

Mie ini memiliki ciri khas kuah kaldu yang kental dan gurih. Dilengkapi dengan topping seperti daging ayam suwir, telur rebus, pangsit goreng, hingga irisan jamur.

Selain versi kuah, ada juga versi gorengnya yang tak kalah nikmat. Bumbu yang digunakan biasanya mengadopsi gaya Tionghoa-Indonesia yang kaya rempah.

7. Cakue Peneleh

Camilan goreng ini terkenal di kawasan Peneleh, Surabaya, dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Kuliner ini dibuat dari adonan tepung yang difermentasi lalu digoreng hingga mengembang dan garing.

Cakue biasanya disantap hangat dengan saus sambal asam manis atau dimakan begitu saja.

Yang membuat cakue peneleh berbeda adalah teksturnya yang renyah di luar, tetapi lembut di dalam, serta ukurannya yang lebih besar dibanding cakue biasa.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pecel lele #kuliner jatim #rujak cingur #cakue peneleh #pecel semanggi #makanan khas Surabaya #kota pahlawan #kuliner khas surabaya #lontong balap #sate klopo #kuliner surabaya legendaris