TULUNGAGUNG- Bagi pecinta kuliner, pagi hari di Tulungagung bukan sekadar waktu untuk mengisi perut.
Itu adalah momen berburu cita rasa khas yang susah ditemui di luar Tulungagung tempat lain.
Tulungagung termasuk kota kecil di Jawa Timur ini punya banyak pilihan menu sarapan unik yang siap menggoyang lidah. Mulai dari yang gurih, segar, sampai manis legit. Yuk, intip apa saja yang wajib dicoba!
1. Lontong Kikil — Gurihnya Bikin Nagih
Bayangkan potongan lontong lembut berpadu dengan kikil sapi yang empuk, disiram kuah santan gurih dengan sentuhan rempah khas.
Lontong kikil adalah menu sarapan favorit warga Tulungagung. rekomendasi tempat: Warung Lontong Kikil Bu Sri (dekat Pasar Ngemplak).Jam buka: mulai pukul 06.00 sampai habis (biasanya sekitar jam 09.00).Harga: Rp 12.000 – Rp 15.000.
2. Pecel Pincuk — Daun Pisang Pembawa Cita Rasa
Pecel dengan bumbu kacang kental, disajikan di atas daun pisang (pincuk), aroma khasnya bikin siapa pun lapar.
Biasanya ditambah aneka sayur rebus, rempeyek, bahkan telur dadar atau tempe goreng. lokasi legendaris: Pecel Mbok Bari di sekitar Alun-Alun Tulungagung. jam buka: 05.30 - 10.00.Harga: mulai Rp 8.000.
3. Jenang — Manis Legit untuk Awal Hari
Jenang (sejenis bubur manis berbahan ketan atau tepung beras) jadi pilihan sarapan ringan atau sekadar camilan pagi.
Ada jenang grendul, jenang abang-putih, dan beragam varian lainnya. coba di: Pasar Wage Tulungagung (area penjual jenang tradisional).Jam buka: 05.00- 09.00.Harga: Rp 5.000 – Rp 10.000 per bungkus.
Meski berlabel Lamongan, racikan soto di Tulungagung punya cita rasa tersendiri — lebih ringan dan wangi. Cocok buat pemanasan pagi hari rekomendasi: Soto Ayam Pak Kumis, Jalan pahlawan. jam buka: 06.00-11.00.Harga: Rp 12.000– Rp 17.000.
Tips Berburu Sarapan:
Datang pagi! Banyak penjual kuliner khas buka sejak subuh dan sudah habis sebelum jam 10.00. Siapkan uang tunai, karena kebanyakan warung tradisional belum menerima pembayaran digital.
Bawa wadah sendiri kalau ingin lebih ramah lingkungan. Jangan lupa sapa penjualnya, mereka biasanya ramah dan suka berbagi cerita seru tentang asal-usul masakan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah