TULUNGAGUNG – Di tengah maraknya jajanan kekinian, jajanan tradisional bernama grontol tetap punya tempat istimewa di hati warga Tulungagung.
Makanan berbahan dasar jagung ini memang sederhana, namun cita rasanya yang khas membuatnya tetap digemari lintas generasi di Tulungagung.
Grontol adalah jajanan tradisional di Tulungagung yang terbuat dari jagung tua yang direbus hingga empuk, kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut dan sedikit gula.
Terkadang ditambahkan sedikit garam untuk memberikan cita rasa gurih-manis yang seimbang.
Jajanan ini dulu sangat populer di kalangan masyarakat pedesaan Tulungagung.
Kini, justru semakin dicari karena membawa nuansa nostalgia dan dianggap sebagai camilan sehat alami tanpa bahan pengawet.
Mengapa Banyak Disukai
1. Cita Rasa Khas dan Otentik
Grontol punya rasa yang unik: manis alami dari jagung, gurih dari kelapa parut, dan sedikit aroma asap dari proses perebusan tradisional.
2. Murah dan Mengenyangkan
Harga grontol sangat terjangkau, biasanya dijual mulai Rp 2.000 – Rp 5.000 per bungkus. Karena berbahan dasar jagung, jajanan ini juga cukup mengenyangkan.
3. Cocok untuk Semua Kalangan
Dari anak-anak hingga orang tua, banyak yang suka grontol. Bahkan beberapa penjual rutin menerima pesanan untuk acara hajatan, arisan, hingga jualan di pasar tradisional seperti Pasar Ngemplak dan Pasar Wage Tulungagung.
4. Bahan Alami dan Sehat
Grontol dibuat tanpa pengawet, pewarna, atau pemanis buatan sangat cocok untuk yang ingin menikmati camilan sehat.
Beberapa tempat favorit untuk mencari grontol di Tulungagung antara lain:
Pasar Tradisional seperti Pasar Ngemplak, Pasar Campurdarat, dan Pasar Ngunut.
Penjual keliling di pagi hari, biasanya menggunakan pikulan atau sepeda.
Warung jajanan tradisional di desa-desa, seperti di Desa Kauman, Desa Moyoketen, dan Desa Panjerejo.
Grontol bukan sekadar makanan, tapi bagian dari warisan kuliner khas Tulungagung yang perlu dilestarikan.
Sayangnya, tidak banyak generasi muda yang tahu cara membuat grontol secara tradisional padahal, peluang bisnisnya cukup menjanjikan, terutama jika dikemas secara menarik.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah