Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jadi Ikon Trenggalek, Pasar Pon Jadi Pusat Perdagangan yang Sepi Pengunjung

Mohammad vicky avanda zilmy • Rabu, 9 Juli 2025 | 00:00 WIB

 

Pasar Pon Trenggalek adalah pusat perdagangan tradisional dan modern di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Pasar Pon Trenggalek adalah pusat perdagangan tradisional dan modern di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

TRENGGALEK - Pasar Pon Trenggalek adalah pusat perdagangan tradisional dan modern yang berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Terletak strategis sekitar 900 meter dari Alun-alun Trenggalek, Pasar Pon adalah jantung aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Pasar Pon Trenggalek ini asli didirikan sekitar tahun 1960 dan dinyatakan resmi pada 1 Januari 2008.

Kebakaran hebat yang melanda Pasar Pon Trenggalek pada 25 Agustus 2018, mengakibatkan 90 persen bangunan lama hangus terbakar dan berimbas ke 400 pedagang.

Baca Juga: Rahasia Warung Kopi Pagi Hari di Pasar-pasar Tradisional Tulungagung yang Selalu Ramai

Mendapati hal itu, Pasar Pon Trenggalek dibangun kembali sejak bulan Januari hingga Desember 2020 dengan anggaran APBN sebesar Rp 73,8 miliar.

Pembangunannya dirancang bergaya arsitektur Eropa yang terinspirasi dari Covent Garden dan Royal Opera House di London. Ditambah sentuhan lokal seperti aksen candi dan bata ekspos.

Pasar Pon Trenggalek memiliki luas total bangunan sekitar 5.800 m² hingga 11.900 m² dengan 479 kios dan 310 sampai 319 los kering.

Sertifikasi bangunan hijau Green Building level madya) yang menghemat energi dan air.

Fasilitas modern yakni 55 CCTV, lift, area parkir, toilet bersih, area elektromobilitas (charger dan Wi‑Fi), smart bench, pedestrian friendly zone, dan drinking station.

Resmi dibuka pada Februari 2021, diresmikan oleh Presiden Jokowi secara virtual pada November 2021.

Mendapat pujian karena arsitektur dan efisiensi energi, serta dijadikan model pasar tradisional berkelanjutan oleh Kementerian PUPR.

 

Meski bangunan megah, kini pengunjung dan transaksi menurun drastis. Banyak pedagang mengalami penurunan penghasilan atau omzet bahkan tutup kios.

Mendapati hal itu, respon Pemerintah Daerah Trenggalek berupaya untuk menggabungkan pasar basah dan kering.

Tak hanya itu, juga membuka akses bari dari empat arah dan mengadakan pasar tumpah setiap hari Jumat dan Minggu.

Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek juga melakukan uji coba gratiskan parkir dan membuka akses tangga di lantai dua untuk kenyamanan pengunjung di Pasar Pon.

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#pasar pon trenggalek #trenggalek #pasar kuliner #Pasar Pon