KULINER - Bagi sebagian orang, mendengar kata “pare” saja mungkin sudah membuat lidah terasa pahit. Sayuran satu ini memang dikenal karena rasa khasnya yang kuat dan tidak semua orang menyukainya.
Namun, di balik rasa pahit tersebut, pare menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari membantu menurunkan gula darah hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Menariknya, ada cara mudah untuk mengolah pare agar tidak terlalu pahit. Dan yang lebih penting, rasanya bisa jadi enak dan menggugah selera jika diolah dengan tepat.
Salah satu olahan pare yang paling populer dan praktis adalah tumis pare. Dengan bumbu sederhana dan teknik yang tepat, pare bisa disulap menjadi hidangan rumahan yang nikmat dan jauh dari kesan tidak enak.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih pare yang masih segar, berwarna hijau cerah, dan tidak terlalu besar.
Setelah dicuci bersih, pare sebaiknya diiris tipis-tipis dan dibuang bagian tengahnya, yakni biji dan lapisan putih yang biasanya paling pahit. Irisan pare kemudian direndam dalam air garam selama sekitar 20–30 menit.
Sambil direndam, pare bisa diremas-remas perlahan agar getah pahitnya keluar. Setelah itu, bilas dengan air bersih hingga rasa asinnya netral. Beberapa orang juga memilih untuk merebus pare sebentar setelah proses perendaman untuk hasil yang lebih optimal.
Setelah pare siap, saatnya memasak. Berikut bumbu tumis pare dan cara memasaknya:
1. Bumbu utama yang digunakan yaitu:
- Bawang putih
- Bawang merah
- Cabai merah atau hijau (untuk memberi rasa pedas dan aroma khas)
2. Panaskan sedikit minyak di wajan, lalu tumis bawang putih, bawang merah, dan cabai hingga harum.
3. Masukkan irisan pare yang sudah diolah agar tidak pahit. Aduk perlahan agar pare tercampur rata dengan bumbu.
4. Bumbui dengan:
- Garam secukupnya
- Sedikit gula pasir (untuk menyeimbangkan rasa)
- Kaldu bubuk (opsional, untuk memperkaya rasa)
5. Masak sambil diaduk perlahan hingga pare mulai layu dan bumbu meresap sempurna.
Tumis pare bisa disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat. Rasanya ringan, sedikit pahit namun seimbang, dan memberikan sensasi segar di lidah.
Untuk variasi, bisa juga tambhakan telur orak-arik atau teri goreng agar lebih gurih dan kaya rasa.
Banyak yang tak menyangka bahwa pare, yang selama ini dianggap pahit, ternyata bisa jadi makanan favorit setelah dicoba dengan resep dan teknik yang tepat.
Kunci utamanya ada di proses pengolahan sebelum dimasak, serta pemilihan bumbu yang pas untuk mengimbangi rasa aslinya.(*)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz