TULUNGAGUNG – Jajanan pasar masih menjadi primadona di tengah gempuran kuliner modern di Tulungagung. Keberadaan jajanan pasar di Tulungagung bukan sekadar pelengkap meja makan, melainkan bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan.
Beberapa jajanan pasar ini bahkan tak pernah absen di beberapa acara di Tulungagung, seperti hajatan, arisan, pengajian, hingga jadi teman setia ngopi pagi. Rasanya yang khas, tekstur yang unik, serta harga yang terjangkau membuat jajanan pasar Tulungagung tetap istimewa hingga kini.
Dengan cita rasa yang otentik dan kehadirannya yang melekat di berbagai momen, jajanan pasar Tulungagung terus bertahan dan digemari lintas generasi.
Berikut 15 jajanan pasar legendaris yang masih mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Tulungagung:
1. Klepon
Bulat kecil dari tepung ketan yang berisi gula merah cair. Bagian luarnya dilumuri kelapa parut. Saat digigit, rasa manis meledak di mulut, meninggalkan sensasi khas yang tak terlupakan.
2. Lemper
Berbahan dasar ketan pulen dengan isian suwiran ayam berbumbu. Dibalut daun pisang yang memberikan aroma sedap saat dikukus. Lemper kerap hadir dalam berbagai acara hajatan atau isian snack box.
3. Putu Ayu
Kue kukus berwarna hijau dengan kelapa parut di bagian atas. Teksturnya lembut dan legit, berpadu rasa manis gurih yang pas di lidah. Cocok dijadikan teman minum teh hangat saat sore hari.
4. Kue Talam
Terdiri dari dua lapisan—bagian atas gurih dari santan dan bagian bawah manis dari ubi atau tepung beras. Kue ini disajikan dalam cetakan kecil yang membuatnya mudah disantap dalam sekali gigit.
5. Nagasari
Kue berisi pisang yang dibalut adonan tepung beras dan santan. Dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dan wangi, menjadi salah satu kudapan tradisional yang digemari.
6. Onde-Onde
Berbentuk bulat dengan taburan wijen di bagian luar dan isian kacang hijau manis di dalamnya. Bagian kulitnya renyah, sedangkan dalamnya lembut. Cocok disantap kapan saja, terutama sebagai camilan sore.
7. Kue Lapis
Terbuat dari lapisan warna-warni yang kenyal dan manis. Banyak yang menikmatinya dengan cara disantap satu per satu tiap lapisnya. Kue ini mudah dijumpai di pasar tradisional Tulungagung.
8. Cucur
Kue berbentuk bundar dengan bagian tengah yang tebal dan pinggiran yang tipis serta renyah. Terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah. Memiliki rasa manis yang khas dan tekstur unik.
9. Kue Tok
Berwarna merah atau hijau dengan isian kacang hijau yang lembut. Bentuknya biasanya menyerupai kura-kura kecil. Kue ini sering hadir dalam acara tradisional seperti selamatan dan syukuran.
10. Dadar Gulung
Kulit kue berwarna hijau dari daun pandan, berisi unti kelapa manis dari kelapa parut dan gula merah. Dibalut dalam bentuk gulungan rapi. Teksturnya lembut dan harum, menjadi favorit banyak orang.
11. Ongol-Ongol
Kue kenyal dari tepung sagu atau singkong, biasanya dipotong kotak dan ditaburi kelapa parut. Rasa manisnya tidak berlebihan, menjadikannya camilan ringan yang tetap menggugah selera.
12. Gethuk
Dibuat dari singkong kukus yang dihaluskan dan dicampur gula, lalu dibentuk menarik dan diberi taburan kelapa parut. Gethuk menjadi simbol jajanan tradisional yang sederhana namun mengenyangkan.
13. Kue Pastel
Kue goreng berisi campuran sayuran dan potongan telur rebus. Kulitnya renyah dan garing, berpadu dengan isian gurih yang padat. Sering dijadikan pilihan dalam isi snack box atau sajian hajatan.
14. Serabi
Terbuat dari adonan tepung beras dan santan yang dimasak di atas tungku kecil. Bagian pinggirnya renyah, tengahnya empuk. Bisa dinikmati dengan kuah manis atau topping lainnya.
15. Kue Bikang
Kue berserat dan berbentuk mekar seperti bunga, dengan warna cerah menarik. Teksturnya empuk dan sedikit kenyal. Aromanya khas dan sering hadir dalam aneka acara keluarga.
Jajanan pasar Tulungagung tersebut menjadi bukti bahwa cita rasa klasik tetap bertahan di tengah tren kuliner modern. Tentu saja masih banyak jajanan pasar legendaris lainnya yang tak kalah menggugah selera dan layak dilestarikan.
Dari daftar di atas, manakah yang paling disukai? Atau justru ada jajanan lain yang lebih membekas di ingatan? Ragam kuliner tradisional ini memang pantas dijaga agar terus hidup di tengah masyarakat Tulungagung. (*)
Editor : Vidya Sajar Fitri