TULUNGAGUNG-Setiap daerah punya kuliner khas yang merekam jejak zaman. Di Tulungagung dan sekitarnya, ada banyak makanan jadul yang dulu begitu populer, namun kini perlahan tergeser oleh jajanan modern.
Padahal, selain rasanya enak, makanan ini punya cerita dan kenangan tersendiri bagi warga Tulungagung yang pernah merasakannya.
Salah satunya adalah jenang grendul, jajanan dari tepung ketan dengan kuah santan manis yang dulu sering hadir di pasar tradisional Tulungagung.
Baca Juga: Waspada, Ternyata Ada 5 Makanan yang Menyimpan Banyak Kandungan Gula, Bikin Gagal Diet
Teksturnya kenyal dan rasanya gurih manis, sangat cocok dinikmati hangat. Sayangnya, kini jenang grendul semakin sulit ditemui, kalah populer dengan minuman kekinian yang menjamur di kafe.
Ada pula clorot, makanan tradisional dari tepung beras dengan gula merah yang dibungkus janur kelapa.
Bentuknya unik seperti kerucut, membuat anak-anak zaman dulu selalu penasaran saat membuka bungkusnya. Kini, clorot jarang ditemukan, padahal cita rasanya begitu sederhana namun bikin rindu.
Baca Juga: Mageran, Inilah 5 Resep Makanan Simpel Gampang Dibuat di Rumah
Jajanan lain seperti tape ketan hijau, nogosari, atau jadah ketan juga termasuk makanan jadul yang mulai ditinggalkan.
Selain itu, masih ada gethuk lindri dengan warna-warni cerah dan taburan kelapa parut, tiwul dari singkong yang dulu jadi makanan pokok, atau legondo yang terbuat dari ketan hitam.
Ada pula jadah manten, kue basah berlapis-lapis dengan isian kelapa, yang dulu jadi favorit di pesta pernikahan Jawa.
Baca Juga: Fenomena Seblak di Tulungagung, Makanan Frustasi Bikin Lidah Menjerit
Generasi muda lebih mengenal donat, roti, atau kue modern, sementara jajanan pasar ini semakin terpinggirkan. Padahal, selain enak, harganya juga jauh lebih terjangkau dan punya nilai budaya yang tinggi.
Fenomena hilangnya makanan jadul sebenarnya bukan semata karena rasanya yang kalah, tetapi lebih pada perubahan gaya hidup.
Banyak orang kini lebih memilih makanan praktis, cepat saji, atau yang sedang tren di media sosial.
Baca Juga: Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Fungsi Ginjal
Jika tidak dilestarikan, makanan jadul hanya akan tersisa dalam cerita, bukan lagi di meja makan.
Mungkin sudah saatnya kita kembali melirik jajanan tradisional ini. Karena setiap gigitan bukan sekadar rasa, tetapi juga potongan kenangan masa lalu yang sayang jika benar-benar hilang. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah