RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, ada satu tradisi kuliner yang membuat banyak orang rela bangun pagi-pagi dan berdesakan di pasar berburu jajanan musiman.
Tidak setiap hari kudapan ini muncul di Tulungagung, bahkan sebagian hanya bisa ditemukan setahun sekali, tergantung musim atau momen adat.
Misalnya, saat musim panen padi tiba, pasar tradisional mulai ramai dengan penjual lemet jagung, penganan manis gurih dari parutan jagung muda yang dibungkus daun pisang.
Atau menjelang Lebaran, deretan meja di pasar dipenuhi kue satu kacang hijau, kue sagon, dan keciput wijen yang aromanya menggoda dari jauh.
Keunikan jajanan musiman ini bukan hanya pada rasanya, tapi juga pada sensasi menunggunya.
Ada rasa rindu yang terbayar lunas saat gigitan pertama menyentuh lidah, seolah mengajak kita pulang ke masa kecil.
Tak heran, banyak perantau yang kalau mudik, langsung berburu ke pasar untuk memastikan mereka tidak melewatkan momen ini.
Di tengah gempuran jajanan modern yang bisa dibeli kapan saja, jajanan musiman khas Tulungagung tetap mempertahankan pesonanya sederhana, sarat makna, dan tak lekang oleh waktu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana