Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kue Cucur, Resep Jajanan Pasar Legendaris yang Menyimpan Sejarah di Indonesia

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:45 WIB

Kue cucur, manisnya warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.
Kue cucur, manisnya warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.

RADAR TULUNGAGUNG - Kue cucur adalah jajanan pasar tradisional yang mudah dikenali dari bentuknya yang bulat dengan tengah tebal dan pinggiran tipis.

Terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah, kue cucu memiliki cita rasa manis legit yang khas.

Di berbagai daerah di Indonesia, kue cucur bukan hanya makanan, tapi juga bagian penting dari ritual adat dan simbol kebersamaan.

Baca Juga: Jajanan Pasar yang Cuma Ada di Tulungagung Saat Musim Tertentu

Sejarah Kue Cucu

Kue cucur diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara. Masyarakat dulu menyajikannya pada upacara adat seperti pernikahan, syukuran panen, dan slametan.

Beberapa sejarawan kuliner menyebutkan bahwa kue ini terinspirasi dari kuliner Asia Tenggara, khususnya Thailand yang memiliki kue serupa bernama khanom fak bua.

Bedanya, kue cucur Indonesia diberi sentuhan lokal seperti penggunaan gula merah kelapa dan cara memasak khas wajan cekung.

Dalam budaya Betawi, bagian tengah tebal melambangkan hati yang teguh, sedangkan pinggiran tipisnya menggambarkan silaturahmi yang luas.  Filosofi ini membuatnya sering hadir di acara pernikahan dan pertemuan keluarga besar.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Daun Cincau: Minuman Tradisional yang Kaya Khasiat

Kue Cucur dalam Budaya Jawa Timur

Di Jawa Timur, kue cucur juga punya peran khusus, terutama di Madura, Banyuwangi, dan pesisir utara.

Maknanya berkaitan dengan doa untuk rezeki yang melimpah dan hubungan sosial yang harmonis.

Bentuknya yang melebar melambangkan rezeki yang menyebar, sedangkan manisnya gula merah menjadi simbol keberkahan hidup.

Ciri khas kue cucur Jawa Timur:

 

a. Bahan sederhana karena terbuat dari tepung beras, gula merah, dan air, tanpa tepung terigu.

 

b. Warna gelap pekat berkat penggunaan gula kelapa khas Madura atau Lamongan.

 

c. Ukuran bisa sebesar telapak tangan orang dewasa untuk acara adat.

 

d. Disajikan bersama jajanan lain seperti apem, lemper, dan kue lapis di tampah anyaman bambu.

Di Banyuwangi, kue cucur sering dibuat untuk selamatan desa atau ruwatan, di mana masyarakat membawa hasil bumi dan jajanan tradisional untuk didoakan bersama.

Resep Kue Cucur Tradisional

Bahan-bahan:

 

250 gram tepung beras

 

50 gram tepung terigu (opsional, untuk tekstur lebih lembut)

 

200 gram gula merah, sisir halus

 

100 ml air

 

1 lembar daun pandan

 

½ sdt garam

 

Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:

 

Rebus gula merah, air, daun pandan, dan garam hingga gula larut. Saring dan biarkan hangat.

 

Aduk tepung beras dan tepung terigu, lalu tuang larutan gula sedikit demi sedikit hingga rata.

 

Istirahatkan 1–2 jam agar adonan mengembang saat digoreng.

 

Panaskan minyak di wajan cekung, tuang satu sendok sayur adonan ke tengah wajan.

Biarkan mengembang dan membentuk pinggiran tipis, lalu siram bagian tengah dengan minyak panas hingga matang.

 

Angkat dan tiriskan. Nikmati hangat untuk rasa terbaik.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kue cucur #resep tradisional #jajanan pasar