RADAR TULUNGAGUNG - Saat masa penjajahan dan perang kemerdekaan, kondisi pangan di Indonesia sangat terbatas.
Bahan makanan pokok sulit didapat, dan rakyat bersama para pejuang harus bertahan dengan apa yang ada saat perang kemerdekaan berkecamuk.
Dari situ lahirlah berbagai makanan sederhana, namun bergizi dan mampu memberi energi untuk melanjutkan perjuangan. Meski sederhana, makanan ini menyimpan cerita perjuangan yang tak ternilai.
Baca Juga: Nostalgia Merdeka! 9 Jajanan Legendaris yang Selalu Ada di Karnaval 17 Agustusan
Berikut adalah makanan pejuang yang penuh sejarah dan patut kita kenang:
1. Nasi Aking
Nasi aking adalah nasi sisa yang dikeringkan lalu dimasak ulang. Di masa perang, rakyat tak bisa membuang sisa makanan, sehingga nasi aking menjadi pilihan untuk menghemat beras.
2. Tiwul
Tiwul terbuat dari gaplek (singkong yang dikeringkan). Makanan ini populer di daerah Jawa saat beras sulit didapat, dan sering dijadikan pengganti nasi.
Baca Juga: Terasa Nyata, Museum Perjuangan Yogyakarta Bikin Kita Tak Lupa Arti Kemerdekaan
3. Gatot
Gatot berasal dari singkong yang setengah busuk lalu dikeringkan dan dikukus. Proses ini dilakukan untuk memanfaatkan singkong yang tidak lagi segar. Rasanya gurih dan sedikit manis.
4. Jagung Tumbuk
Jagung menjadi salah satu pengganti beras di masa perang. Jagung kering ditumbuk menjadi butiran kecil lalu dimasak seperti nasi.
5. Bubur Sagu
Di wilayah Indonesia Timur, sagu menjadi sumber karbohidrat utama. Bubur sagu dimasak dengan air dan sedikit garam, kadang ditambah santan jika tersedia.
6. Singkong Rebus dan Ubi Jalar
Singkong dan ubi jalar adalah makanan pokok alternatif yang mudah ditanam dan cepat dipanen. Bisa direbus, dikukus, atau dibakar.
7. Lento dan Perkedel Singkong
Kreasi olahan singkong dicampur kelapa dan bumbu, dibentuk bulat, lalu digoreng. Cocok sebagai lauk sederhana.
8. Bubur Menir
Bubur ini dibuat dari menir (butiran beras pecah kecil) yang dimasak dengan air melimpah. Cocok untuk porsi besar meski beras sedikit.
Baca Juga: 10 Permainan Menarik untuk Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, Mayoritas Beregu
Makanan tradisional zaman perang di Indonesia bukan hanya soal rasa, tapi juga kisah ketahanan dan kreativitas rakyat dalam menghadapi keterbatasan.
Meski kini bahan makanan melimpah, mengenang makanan ini adalah bentuk penghargaan pada perjuangan masa lalu.
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : DIOLAH