TULUNGAGUNG - Di antara deretan kuliner legendaris Tulungagung, nasi cokot mungkin terdengar sederhana.
Tapi jangan salah, justru di balik kesederhanaannya itulah tersimpan cita rasa khas Tulungagung yang bikin kangen kampung halaman.
Nasi cokot di Tulungagung adalah makanan ringan berupa seporsi kecil nasi hangat yang disajikan dengan sambal pedas dan lauk sederhana, seperti tempe goreng, keripik, atau kadang hanya dengan serundeng dan irisan timun.
Disebut "cokot" karena porsinya kecil pas untuk satu dua kali suapan mirip seperti camilan yang dicokot-cokot (digigit-gigit) saat pagi atau sore hari.
Baca Juga: Inspirasi untuk Para Bunda di Tulungagung Siapkan Bekal Anak: Nasi Gulung Telur Isi Sosis dan Sayur
Biasanya nasi cokot dijajakan di pinggir jalan, di pasar tradisional, atau dekat sekolahan.
Penjualnya membawa panci nasi dan beberapa tampah berisi lauk dan sambal.
Harga seporsinya sangat ramah di kantong, hanya sekitar seribu sampai dua ribu rupiah pas buat anak sekolah atau warga yang sekadar butuh pengganjal perut sebelum makan besar.
Baca Juga: Peta Rasa Tulungagung Lewat Nasi Bungkus Murah, Mengenyangkan, dan Sarat Nostalgia
Uniknya lagi, makan nasi cokot sering dilakukan sambil berdiri atau duduk di trotoar.
Tidak ada meja makan mewah, yang ada hanyalah suasana santai, hangat, dan penuh canda terutama jika disantap ramai-ramai bersama teman atau tetangga.
Di era makanan instan dan kuliner kekinian yang viral, kehadiran nasi cokot justru menjadi penyeimbang.
Ia mengingatkan kita bahwa kelezatan tidak selalu datang dari bahan mahal atau cara masak rumit.
Kadang cukup dari nasi hangat, sambal pedas, dan suasana kampung yang akrab.
Kalau kamu berkunjung ke Tulungagung, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan nasi cokot.
Bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang mencicipi secuil kehidupan rakyat kecil yang sederhana tapi penuh makna. ****
Editor : Dharaka R. Perdana