Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sate Usus dan Ceker di Pinggir Jalan Tulungagung, Cemilan Malam Favorit yang Ngangenin

Yoga Dany Damara • Selasa, 19 Agustus 2025 | 04:24 WIB

Aroma gurih dari sate yang dibakar di atas arang itu seolah menjadi magnet di Tulungagung yang menarik siapa saja untuk mendekat.
Aroma gurih dari sate yang dibakar di atas arang itu seolah menjadi magnet di Tulungagung yang menarik siapa saja untuk mendekat.

TULUNGAGUNG - Di tengah sepinya malam di kota kecil Tulungagung, justru ada kehidupan lain yang mulai menggeliat.

Bukan di kafe kekinian atau restoran mewah di Tulungagung, melainkan di pinggir-pinggir jalan, di bawah cahaya lampu jalan yang temaram, para pedagang sate usus dan ceker mulai membuka lapaknya.

Aroma gurih dari sate yang dibakar di atas arang itu seolah menjadi magnet di Tulungagung yang menarik siapa saja untuk mendekat.

Baca Juga: Tukang Keliling Tulungagung yang Dinanti Tahu Bulat, Sate Ayam, sampai Es Krim Legendaris

Jajanan ini bukan barang baru bagi warga Tulungagung. Sejak dulu, sate usus dan ceker sudah jadi camilan favorit, terutama saat malam menjelang.

Murah, mengenyangkan, dan tentunya punya rasa yang khas. Sate-sate ini biasanya disajikan dengan dua pilihan saus sambal kacangmanis gurih, atau kecap pedas dengan irisan cabai rawit dan bawang merah.

Kombinasinya memang sederhana, tapi justru di situlah letak kelezatannya.

Baca Juga: Resep Sate Maranggi Sapi Khas Purwakarta, Sajian Istimewa untuk Idul Adha

Namun, keistimewaan sate usus dan ceker kaki lima di Tulungagung bukan hanya soal rasa.

Ada suasana yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Di sekitar gerobak sate itu, warga berkumpul ada yang datang sendirian, ada yang berdua dengan pasangan, bahkan ada yang datang ramai-ramai setelah ronda malam atau main bola di lapangan kampung.

Suasana santai dan akrab terasa kental. Obrolan ringan, tawa, dan candaan mengalir begitu saja di antara asap sate yang mengepul.

Baca Juga: Menguak Kelezatan Sate Kambing Tulungagung Cita Rasa Khas yang Melekat di Lidah, Bandingkan dengan Sate Tegal dan Madura

Tak jarang pula, pembeli rela antre lama hanya untuk menikmati seporsi sate favorit mereka.

Bahkan meski gerimis turun, banyak yang tetap berteduh sambil menunggu pesanan, seolah sate usus dan ceker ini punya daya tarik tersendiri yang tak bisa tergantikan.

Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar makanan, tapi juga momen. Momen untuk melepas penat, bercengkerama, atau sekadar menyendiri ditemani sate hangat dan kopi sachet dari warung sebelah.

Fenomena sederhana ini sebetulnya merepresentasikan sesuatu yang lebih dalam: budaya kuliner rakyat yang akrab dan membumi.

Baca Juga: OJK Kediri Dorong Budaya Menabung Sejak Dini: Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 di Kabupaten Madiun

Di Tulungagung, makanan tidak melulu soal gaya atau estetika Instagram, tapi soal rasa, kebersamaan, dan kehangatan lokal.

Tak heran jika banyak orang dari luar kota yang datang ke Tulungagung justru penasaran dan ingin mencicipi langsung suasana ini.

Jika kamu sedang berada di Tulungagung dan bingung mencari tempat makan malam yang santai tapi berkesan, coba saja cari gerobak sate usus dan ceker di pinggir jalan.

Tak sulit menemukannya ikuti saja aroma bakaran khas atau kerumunan kecil di sudut-sudut kota.

Di sanalah, kamu bisa mencicipi cita rasa kampung yang tulus, sederhana, dan tentu saja bikin kangen. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #sate usus #Ceker