RADAR TULUNGAGUNG - Tulungagung memang terkenal dengan ragam kulinernya yang khas dan unik.
Salah satunya adalah rebung kering, atau yang lebih akrab disebut bhobho oleh masyarakat Tulungagung.
Sekilas olahan ini tampak sederhana, namun siapa sangka bhobho memiliki tekstur dan rasa yang disebut-sebut mirip daging sapi.
Tak heran, bhobho kini menjadi salah satu alternatif makanan tradisional yang terus dilestarikan, bahkan mulai dilirik sebagai bahan pangan bergizi sekaligus ekonomis.
Baca Juga: Wisata Kuliner Tulungagung: Makan Enak, Bonus dapat Jelajahi Budaya
Rebung kering berasal dari tunas muda bambu yang diiris tipis, kemudian dijemur hingga benar-benar kering.
Proses pengeringan ini membuat rebung awet disimpan berbulan-bulan tanpa bahan pengawet. Rebung memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, vitamin C serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium.
Rebung juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengurangi kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan pencernaan,meningkatkan imun tubuh, dan mengurangi resiko penyakit kronis.
Sebelum dimasak, rebung kering biasanya direndam terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut. Setelah dimasak dengan bumbu khas, rebung kering akan berubah menjadi olahan yang gurih, kenyal, dan menyerupai daging sapi.
Baca Juga: Kuliner Khas Tulungagung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Ciri Khas Rebung Kering (Bhobho) Tulungagung
Ada beberapa keunikan rebung kering khas Tulungagung yang membuatnya berbeda:
-
Tekstur kenyal mirip daging sapi setelah dimasak.
-
Aroma gurih alami yang muncul setelah direbus dan dibumbui.
-
Serbaguna karena bisa diolah menjadi sayur, oseng, hingga campuran lauk.
-
Awet dan tahan lama, sehingga sering dijadikan stok bahan makanan keluarga.
Dengan keistimewaan tersebut, tak heran jika banyak orang menganggap bhobho sebagai pengganti daging sapi yang lebih murah namun tetap nikmat.
Resep Krengsengan Bhobho khas Tulungagung
Salah satu olahan rebung kering yang populer adalah krengsengan Bhobho. Agar hasil masakan lebih enak dan tidak bau langu, ikuti langkah-langkah berikut:
Bahan-bahan:
-
150 gr rebung kering (bhobho), rendam hingga mengembang
-
5 siung bawang merah
-
3 siung bawang putih
-
3 cabai merah besar
-
5 cabai rawit (sesuai selera pedas)
-
2 butir kemiri sangrai
-
1 ruas jahe
-
1 ruas lengkuas (geprek)
-
1 batang serai (geprek)
-
2 lembar daun jeruk
-
2 lembar daun salam
-
2 sdm kecap manis
-
Garam, gula, dan penyedap secukupnya
-
Minyak untuk menumis
-
Air secukupnya
Cara Membuat
-
Rendam rebung kering dalam air hangat hingga lembut, lalu rebus sebentar untuk menghilangkan aroma khas bambu.
-
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kemiri, dan jahe.
-
Tumis bumbu halus hingga harum.
-
Masukkan lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam. Aduk rata.
-
Tambahkan rebung yang sudah direndam, aduk hingga tercampur dengan bumbu.
-
Tuangkan air secukupnya, masak hingga bumbu meresap.
-
Tambahkan kecap manis, garam, gula, dan penyedap sesuai selera.
-
Masak hingga kuah menyusut dan bumbu meresap sempurna.
-
Sajikan hangat bersama nasi putih.
Bhobho khas Tulungagung bukan hanya sekadar makanan tradisional biasa. Tekstur, rasa, dan keunikannya membuat bobo disebut-sebut sebagai “daging sapi versi hemat”. Selain enak, olahan ini juga menyehatkan dan ramah di kantong.
Bagi warga Tulungagung maupun wisatawan yang berkunjung, mencicipi bhobho (rebung kering) adalah pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Editor : Dharaka R. Perdana