RADAR TULUNGAGUNG - Matcha menjadi salah satu minuman kekinian yang banyak digemari masyarakat.
Warna hijaunya yang khas, rasa unik yang memadukan pahit, gurih, dan manis alami, serta kesan estetik membuat matcha viral di berbagai kafe modern.
Namun, tahukah kamu bahwa matcha sebenarnya memiliki Ssjarah panjang sejak ratusan tahun lalu.
Asal-usul matcha bermula dari Tiongkok pada abad ke-9. Tradisi minum teh bubuk kemudian dibawa ke Jepang pada abad ke-12 oleh biksu Zen.
Di Jepang, matcha berkembang menjadi bagian dari upacara minum teh (chanoyu) yang sarat dengan nilai spiritual, kesederhanaan, dan ketenangan batin.
Bagi para biksu, matcha bukan sekadar minuman, melainkan penunjang meditasi karena mampu meningkatkan fokus sekaligus memberi rasa tenang. Dari sinilah matcha mendapat tempat penting dalam budaya Jepang.
Baca Juga: Pure Matcha: Teh Hijau Bubuk Kaya Antioksidan untuk Gaya Hidup Sehat
Matcha adalah bubuk teh hijau yang terbuat dari daun teh pilihan (Camellia sinensis). Berbeda dengan teh hijau biasa, daun matcha ditanam dengan cara ditutup dari sinar matahari beberapa minggu sebelum dipetik. Teknik ini membuat daun lebih kaya klorofil dan menghasilkan warna hijau cerah.
Daun teh kemudian dikukus, dikeringkan, dan digiling halus dengan batu hingga menjadi bubuk lembut. Karena seluruh daunnya dikonsumsi, matcha memiliki nutrisi lebih tinggi dibanding teh biasa.
Kandungan dan Manfaat Matcha
Di dalam matcha terdapat berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat, seperti antioksidan (Catechin & EGCG) yang melindungi tubuh dari radikal bebas serta menurunkan risiko penyakit kronis.
Selain itu, matcha juga kaya akan L-theanine, yaitu asam amino yang mampu memberikan efek menenangkan sekaligus meningkatkan fokus.
Kandungan kafein di dalamnya juga menjadi sumber energi alami yang lebih stabil dibandingkan kopi, tanpa menimbulkan rasa gelisah berlebihan.
Tidak hanya itu, matcha menyimpan banyak vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, vitamin A, vitamin K, zat besi, kalium, hingga kalsium.
Ditambah lagi, kandungan serat alaminya membantu melancarkan sistem pencernaan, menjadikan matcha sebagai minuman sehat dengan manfaat yang lengkap bagi tubuh.
Manfaat Matcha untuk Kesehatan
1. Kaya Antioksidan
Matcha mengandung antioksidan tinggi, terutama EGCG (Epigallocatechin gallate), yang dapat membantu melawan radikal bebas, menjaga kesehatan sel, dan memperlambat proses penuaan.
2. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Kombinasi L-theanine dan kafein dalam matcha memberikan efek unik: meningkatkan fokus dan konsentrasi tanpa menyebabkan jitter atau gelisah seperti kopi.
Baca Juga: Rp 10 Ribu Dapat Makanan Apa di Era Tahun Ini? Ini Jawabannya!
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Konsumsi matcha secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menstabilkan tekanan darah, sehingga baik untuk kesehatan jantung.
4. Membantu Detoksifikasi Tubuh
Warna hijau cerah matcha berasal dari tingginya kandungan klorofil, yang berperan membantu membersihkan racun dalam tubuh secara alami.
5. Menjaga Berat Badan Ideal
Matcha dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga sering dijadikan pilihan minuman sehat untuk mendukung program diet.
6. Menenangkan Pikiran
Kandungan L-theanine juga memberikan efek relaksasi, membantu mengurangi stres, sekaligus menjaga suasana hati tetap stabil.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Makanan Lezat Ini Ternyata Penuh Lemak Jahat
Trend Minuman Matcha di Cafe Modern
Dalam beberapa tahun terakhir, matcha menjadi salah satu menu favorit di kafe modern. Bukan hanya karena rasanya yang khas pahit lembut dengan sentuhan gurih tapi juga karena tampilannya yang hijau estetik dan Instagramable.
Matcha mudah dikreasikan menjadi beragam minuman, mulai dari matcha latte, ice cream matcha, hingga signature drink unik.
Banyak kafe bahkan menjadikannya menu andalan, lengkap dengan dessert serba matcha seperti cake, cookies, atau brownies.
Didorong tren media sosial dan influencer, matcha kini bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup gen z di Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana