Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Wajib Ada Jenang Saat Ada Orang Menikah? Makna Tradisi yang Sarat Filosofi

Mohammad vicky avanda zilmy • Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Dalam tradisi pernikahan Jawa maupun beberapa daerah lain di Indonesia, jenang menjadi salah satu sajian yang hampir selalu ada.
Dalam tradisi pernikahan Jawa maupun beberapa daerah lain di Indonesia, jenang menjadi salah satu sajian yang hampir selalu ada.

RADAR TULUNGAGUNG - Dalam tradisi pernikahan Jawa maupun beberapa daerah lain di Indonesia, jenang menjadi salah satu sajian yang hampir selalu ada.

Jenang bukan sekadar makanan manis yang disajikan saat hajatan pernikahan, melainkan simbol penuh makna yang diyakini membawa doa baik untuk pengantin baru.

Lalu, kenapa jenang wajib ada saat orang menikah? Yuk, kita bahas lebih dalam.

1. Jenang Melambangkan Keharmonisan Rumah Tangga

Rasa manis pada jenang dipercaya menjadi doa agar kehidupan rumah tangga pasangan pengantin selalu penuh manis, rukun, dan harmonis.

Sama halnya dengan tekstur jenang yang lengket, hal ini diartikan sebagai ikatan kuat antara suami dan istri agar selalu bersama dalam suka maupun duka.

2. Simbol Rezeki yang Lancar

Pembuatan jenang membutuhkan kesabaran dan proses panjang, mulai dari mengaduk santan, gula, hingga tepung ketan.

Filosofi ini mencerminkan usaha keras yang akan membuahkan hasil manis. Seperti halnya dalam pernikahan, kerja sama dan kesabaran akan membuka pintu rezeki yang lancar.

3. Doa Agar Rumah Tangga Selalu Lengket

Kekenyalan jenang dari ketan melambangkan eratnya ikatan cinta.

Harapannya, pasangan yang menikah tidak mudah tercerai-berai dan selalu melekat satu sama lain dalam kehidupan rumah tangga.

4. Bentuk Rasa Syukur

Menghadirkan jenang juga menjadi wujud rasa syukur keluarga mempelai kepada Tuhan atas terselenggaranya pernikahan. Biasanya jenang dibagikan kepada tetangga atau tamu sebagai tanda kebersamaan dan doa bersama.

5. Tradisi Leluhur yang Tetap Dilestarikan

Selain makna filosofis, adanya jenang juga menjadi bagian dari warisan budaya leluhur.

Masyarakat Jawa khususnya meyakini bahwa melestarikan tradisi ini berarti menjaga doa-doa baik yang diwariskan turun-temurun.

Jenang dalam acara pernikahan bukan hanya sekadar makanan, melainkan sarat makna tentang manisnya cinta, kuatnya ikatan, dan doa untuk kehidupan yang sejahtera.

Itulah sebabnya, jenang dianggap wajib ada saat ada orang menikah, terutama dalam adat Jawa.

Dengan melestarikan tradisi jenang, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga menyampaikan doa baik bagi pasangan pengantin yang baru memulai perjalanan hidupnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pernikahan #makanan manis #jawa #Jenang