Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gen Z Rela Tersiksa Rasa Pedas Meskipun Bikin Keringat Bercucuran, Begini Alasannya

Naufal Shafa Diya • Minggu, 7 September 2025 | 04:10 WIB

 

Ternyata, ada penjelasan ilmiah unik kenapa rasa pedas terasa “sakit” tapi bikin nagih.
Ternyata, ada penjelasan ilmiah unik kenapa rasa pedas terasa “sakit” tapi bikin nagih.

RADAR TULUNGAGUNG - Siapa di sini yang suka makanan pedas? Dari seblak level neraka sampai sambal 100 cabe membuat lidah terasa terbakar dan keringat bercucuran selalu digemari Gen Z.

Namun besoknya kembali menikmati makanan pedas yang membuat sensasi terbakar terulang.

Ternyata, ada penjelasan ilmiah unik kenapa rasa pedas terasa “sakit” tapi bikin nagih. Yuk, kita kupas faktanya!

Baca Juga: Kue Putu, Kue Tradisional dengan Aroma Bambu dan Rasa Manis yang Bikin Nostalgia

1. Rasa Pedas Sebenarnya Bukan Rasa!

Banyak yang mengira pedas itu rasa kelima setelah manis, asam, asin, dan pahit. Faktanya, pedas bukan rasa, tapi sensasi panas.

Sensasi ini berasal dari senyawa bernama capsaicin yang ada di cabai. Capsaicin menempel pada reseptor TRPV1 di lidah, yang tugasnya mendeteksi suhu panas.

Akibatnya, otak kita tertipu dan mengira lidah sedang terbakar, padahal sebenarnya tidak.

2. Rasa Sakit yang Memicu “Euforia”

Saat makan pedas, tubuh kita bereaksi seolah-olah sedang “terluka”. Sebagai respons, otak melepaskan endorfin dan dopamin, yaitu hormon yang memicu rasa senang dan bahagia.

Inilah kenapa meski terasa sakit, makan pedas justru bikin nagih. Proses ini mirip dengan fenomena runner’s high, yaitu perasaan senang ekstrem setelah olahraga berat.

Baca Juga: Makanan yang Cocok saat Cuaca Dingin, Comfort Food Bikin Nyaman

3. Pedas Bikin Tubuh “Kaget” dan Aktif

Capsaicin tidak hanya memicu rasa panas, tapi juga membuat detak jantung meningkat, keringat keluar lebih banyak, dan metabolisme tubuh naik.

Efek “kaget” inilah yang bikin sebagian orang merasa lebih segar dan semangat setelah makan pedas. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa capsaicin dapat membakar kalori lebih cepat.

4. Kenapa Gen Z Suka Makanan Pedas Ekstrem

Fenomena makanan pedas ekstrem, seperti mukbang sambal setan atau mi instan level 10, booming di kalangan Gen Z.

Alasannya ada tantangan tersendiri karena semakin pedas, semakin seru. Makanan pedas bukan cuma soal rasa, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup anak muda.

Efek Samping Kalau Kebanyakan Pedas

Baca Juga: Mie Instan Andalan Saat Cuaca Hujan yang Selalu Bikin Hangat Suasana

Meskipun disukai kebanyakan anak muda, jika terlalu sering mengonsumsi makanan pedas bisa memicu iritasi lambung yang berujung maag atau asam lambung naik.

Belum lagi potensi dehidrasi karena tubuh mengeluarkan cairan lewat keringat. Sehingga harus membatasi porsinya dan imbangi dengan banyak minum air putih atau susu.

Rasa pedas memang unik. Meskipun bikin sakit, tapi malah bikin nagih. Senyawa capsaicin memicu sensasi terbakar di lidah, membuat otak melepaskan hormon bahagia, dan akhirnya menciptakan efek ketagihan alami.

Kalau kamu termasuk tim “pedas level dewa”, nikmati sensasinya, tapi jangan lupa tetap perhatikan kesehatan, ya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Gen Z #makanan pedas #tulungagung #pedas