Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Es Durian Kekinian, Cerminan Budaya dan Gaya Hidup Kuliner di Pekanbaru

Rinto Wahyu Hidayat • Minggu, 7 September 2025 | 17:30 WIB
(RINTO WAHYU HIDAYAT/RATU)
(RINTO WAHYU HIDAYAT/RATU)

PEKANBARU – Di tengah teriknya cuaca kota, segelas es durian bukan hanya pelepas dahaga.

Es durian telah menjelma menjadi ruang pertemuan, tempat orang-orang berbagi tawa, cerita, hingga nostalgia tentang masa kecil saat menikmati durian di kebun bersama keluarga.

Kini, meja es durian menjadi semacam ritual sosial baru yang menyatukan masyarakat Pekanbaru lintas generasi.

Dulu, menikmati durian identik dengan suasana kebun: buah dibelah, dagingnya disantap beramai-ramai.

Kini, kebiasaan itu menemukan bentuk baru. Es durian hadir di meja-meja kuliner kota, dipadukan dengan cendol, cincau, kacang merah, hingga keju.

Kalau dulu kami harus menunggu musim durian, sekarang kapan pun bisa menikmatinya dalam bentuk es.

"Rasanya tetap sama, hanya cara menikmatinya yang berubah,” ujar ivana, seorang mahasiswi yang rutin nongkrong bersama teman-temannya sambil menikmati es durian.

Bukan hanya soal rasa, es durian kini menghadirkan ruang sosial baru di Pekanbaru.

Dari warung sederhana hingga kafe bergaya urban, menu ini menjadi alasan orang untuk berkumpul.

Di sini rasanya akrab, meski pengunjungnya beragam. Ada anak muda, ada juga orang tua.

Semua bisa duduk bersama hanya karena sama-sama suka durian, ungkap Randy, seorang pekerja swasta yang kerap mampir usai pulang kantor.

Fenomena itu menjadikan es durian lebih dari sekadar minuman: ia adalah medium kebersamaan.

Fenomena es durian juga menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan.

Banyak pelaku UMKM kuliner memanfaatkan tren ini dengan membuka gerai atau warung kecil yang menawarkan olahan durian dalam berbagai varian.

Menurut catatan Dinas Koperasi dan UMKM setempat, tren kuliner berbasis durian turut mendorong pertumbuhan usaha mikro di bidang makanan dan minuman.

Kreativitas pengusaha lokal membuat durian tidak hanya jadi buah musiman, tapi jadi peluang usaha yang berkelanjutan, kata Hasan, pengamat kuliner lokal.

Selain membuka lapangan kerja baru, inovasi es durian juga menghidupkan rantai pasok durian dari petani hingga pedagang.

Dampaknya, ekonomi lokal ikut bergerak seiring tingginya minat masyarakat terhadap kuliner berbasis buah tropis ini.

Buah durian kini menjadi sajian menu hidangan di Pekanbaru merepresentasi kan perjalanan kuliner masyarakatnya.

Dari buah musiman yang hanya bisa dinikmati setahun sekali, kini hadir sepanjang waktu dalam berbagai inovasi.

Fenomena ini membuktikan bahwa kuliner bukan hanya soal lidah, melainkan juga tentang identitas, ruang sosial, dan perputaran ekonomi.

Ritual sosial di meja es durian memperlihatkan bahwa kuliner punya peran penting di tengah kehidupan masyarakat.

Ia menjadi perekat, pengingat, dan sekaligus penggerak ekonomi.

Di Pekanbaru, segelas es durian bukan sekadar minuman segar, melainkan simbol tradisi, kebersamaan, dan harapan baru bagi geliat UMKM kuliner lokal.(rin)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#umkm #kuliner #pekanbaru #es durian