RADAR TULUNGAGUNG - Kalau kamu pernah sekolah di Indonesia, pasti tahu jajanan legendaris bernama cilor.
Makanan sederhana berbahan dasar aci (tepung kanji) yang dilumuri telur ini dulu jadi primadona di depan sekolah dasar. Kini, cilor naik kelas menjadi street food kekinian yang digemari semua kalangan.
Nama cilor berasal dari singkatan aci digoreng dengan telur. Pedagang sekolah menemukan cara sederhana untuk membuat jajanan murah, mengenyangkan, dan cepat disajikan.
Aci yang digoreng kemudian dilumuri telur kocok, menghasilkan tekstur gurih-kenyal yang bikin nagih.
Cilor dan Popularitas di Depan Sekolah
Tahun 2000-an, cilor mulai populer di depan SD sebagai jajanan murah meriah. Harganya hanya seribu-dua ribu rupiah, sehingga semua anak bisa menikmatinya.
Ditambah saus pedas atau kecap, rasanya jadi sederhana tapi bikin ketagihan.
Baca Juga: Singkong Keju Kekinian: Ide Camilan dan Peluang Bisnis Menguntungkan
Seiring berkembangnya tren kuliner, cilor kini hadir dengan variasi baru seperti cilor keju mozzarella, cilor pedas level, cilor bumbu tabur aneka rasa, dan cilor frozen siap goreng.
Bahkan, banyak pedagang mengemas cilor lebih modern sehingga tampil di festival kuliner atau jadi menu kafe anak muda.
Media sosial juga berperan besar dalam mempopulerkan cilor. Video mukbang, review street food, dan resep cilor rumahan menjadikan jajanan ini viral di TikTok dan Instagram.
Baca Juga: Waspadai Adiksi Belanja Online: Kenali Tanda, Dampak, dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat
Dari gerobak sederhana di depan sekolah dasar hingga menjadi street food kekinian, cilor membuktikan bahwa makanan sederhana bisa bertahan dan beradaptasi dengan zaman.
Rasanya yang gurih, kenyal, dan penuh nostalgia membuat cilor tetap dicintai banyak orang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana