RADAR TULUNGAGUNG - Jika dulu kue putu mudah ditemui di pasar tradisional Tulungagung, kini keberadaannya semakin langka.
Suara khas uap dari cetakan bambu yang dulu jadi tanda kedatangan penjual kue putu, sekarang hampir tak terdengar lagi di jalanan.
Baca Juga: Kue Cucur, Resep Jajanan Pasar Legendaris yang Menyimpan Sejarah di Indonesia
Kue putu, dengan aroma wangi pandan, taburan kelapa parut, serta manisnya gula merah cair yang meleleh di mulut, dulu adalah camilan favorit banyak orang.
Namun, seiring masuknya jajanan modern, keberadaannya mulai tersisih. Kini, kue putu di Tulungagung lebih sering muncul pada momen-momen tertentu, seperti saat tradisi hajatan, acara adat, atau festival budaya.
Baca Juga: Mencicipi Rasa Otentik Kue Tradisional Tulungagung
Uniknya, meski jarang ada, kue putu tetap menyimpan nilai nostalgia yang kuat. Banyak orang tua bercerita kepada anak cucunya bagaimana jajanan sederhana ini dulu jadi teman setia di sore hari.
Kehadirannya di acara tradisi pun membuat banyak orang bernostalgia, seolah diajak kembali ke masa kecil.
Baca Juga: Jajanan SD yang Cuma Ada di Tulungagung Pernah Coba Kue Kucur Pedas?
Fenomena ini menunjukkan bahwa kue putu bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari memori kolektif masyarakat Tulungagung.
Semoga saja jajanan klasik ini tidak benar-benar hilang, melainkan tetap hadir meski hanya di momen-momen istimewa sebagai pengingat akan kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana