RADAR TULUNGAGUNG - Bicara soal kehidupan malam di Tulungagung, rasanya belum lengkap kalau tidak menyebut angkringan.
Tempat sederhana dengan lampu temaram, gerobak kayu, serta aroma sate-satean yang dibakar ini memang jadi magnet tersendiri. Murah meriah, tapi selalu ramai.
Di angkringan, menu andalan tentu saja nasi kucing porsi kecil dengan lauk sederhana seperti sambal teri, oseng tempe, atau suwiran ayam.
Jangan lupa ditemani wedang jahe atau teh panas, minuman hangat yang pas untuk menemani udara malam Tulungagung.
Ada juga gorengan, sate usus, sate telur puyuh, hingga ceker bacem yang bikin pengunjung betah duduk lama.
Baca Juga: Gaya Hidup Anak Muda Tulungagung: Antara Nongkrong di Cafe Hits dan Angkringan Sederhana
Namun, angkringan bukan sekadar soal makan dan minum. Ia sudah menjadi ruang pertemuan sosial.
Anak muda yang baru pulang nongkrong, mahasiswa yang butuh tempat diskusi santai, pekerja malam yang ingin melepas lelah, bahkan bapak-bapak ronda yang mampir untuk sekadar menyeruput kopi semua bercampur jadi satu.
Baca Juga: Berkunjung ke JLS Tulungagung, Jangan Lupa Mampir Kuliner di Angkringan Sky View
Obrolan di angkringan pun tak pernah ada habisnya. Dari topik ringan seperti bola dan musik, hingga cerita serius soal pekerjaan, cinta, bahkan politik lokal.
Kadang ada tawa pecah, kadang hening ketika seseorang larut dalam pikirannya, tapi suasana tetap hangat.
Itulah pesona angkringan Tulungagung bukan hanya soal perut yang kenyang dengan harga ramah, tapi juga soal kebersamaan.
Sebuah tempat yang sederhana, namun menyimpan banyak cerita sepanjang malam. ****
Editor : Dharaka R. Perdana