TULUNGAGUNG - Di tengah ramainya kafe modern dan restoran cepat saji, gerobak bakso dorong di Tulungagung tetap bertahan sebagai ikon kuliner rakyat.
Suara dentingan mangkok dari bakso dorong yang dipukul, ditambah teriakan khas penjual yang lantang menyebut “baksooo…”, sudah jadi bagian dari keseharian warga.
Bukan sekadar makanan, gerobak bakso dorong membawa nostalgia dan kedekatan sosial.
Banyak orang mengaku, rasa hangat semangkuk bakso yang disantap di pinggir jalan terasa berbeda dibandingkan di tempat makan mewah.
Ada sensasi sederhana yang bikin hati tenang kuah gurih, bakso kenyal, ditambah sambal pedas dan gorengan renyah yang menemani.
Selain itu, gerobak bakso dorong juga menghadirkan interaksi yang akrab.
Obrolan ringan antara penjual dan pembeli, candaan anak-anak yang berebut mangkok, sampai aroma kuah yang menggoda semuanya menyatu jadi pengalaman yang tak tergantikan.
Tak heran, meski zaman terus berubah, gerobak bakso dorong tetap jadi ikon yang melekat di Tulungagung.
Ini bukan hanya soal kuliner, melainkan juga soal tradisi, kenangan, dan rasa kebersamaan yang selalu dirindukan.***
Editor : Vidya Sajar Fitri