RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah maraknya es krim modern dengan aneka rasa dan kemasan yang kekinian, ternyata di Tulungagung masih ada jajanan legendaris yang tak pernah kehilangan tempat di hati es puter atau yang akrab disebut es tung-tung.
Suara khas “tung…tung…” dari pedagang yang memukul wadah dagangannya seakan jadi alarm manis bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Baca Juga: Es Durian Kekinian, Cerminan Budaya dan Gaya Hidup Kuliner di Pekanbaru
Es puter ini sederhana terbuat dari santan kelapa, gula, dan sedikit perisa alami seperti cokelat, nangka, durian, atau kelapa muda.
Teksturnya lebih kasar dibanding es krim pabrikan, tapi justru di situlah letak kenikmatannya. Banyak orang yang menyebut rasa es puter lebih “jujur” karena bahan-bahannya alami tanpa tambahan berlebihan.
Baca Juga: Tukang Es Tulungagung Keliling yang Memiliki Sisi Unik
Bagi sebagian besar warga Tulungagung, es tung-tung bukan sekadar jajanan, tapi juga bagian dari kenangan masa kecil. Hampir setiap sore atau saat ada hajatan, kehadiran es ini selalu dinanti.
Baca Juga: Nikmatnya Es Pisang Hijau, Favorit Pecinta Kuliner Segar di Tulungagung
Yang membuat es tung-tung ikonik adalah cara pedagangnya berkeliling. Mereka biasanya membawa gerobak sederhana dengan wadah alumunium besar berisi es, lalu memukul-mukul wadah atau memukul besi kecil sehingga menghasilkan bunyi khas.
Suara itu seakan jadi panggilan bahagia bagi anak-anak yang langsung berlarian keluar rumah dengan uang receh di tangan.
Meski banyak pilihan jajanan modern, es puter tetap bertahan. Bahkan, generasi sekarang pun masih menyukainya.
Harga yang terjangkau, rasa yang segar, dan sensasi tradisionalnya membuat es tung-tung nggak pernah kehilangan penggemar. Di alun-alun, sekolah, hingga acara desa, penjual es puter masih jadi primadona.
Bisa dibilang, es tung-tung adalah bukti bahwa tradisi bisa berjalan berdampingan dengan modernitas. Ia bukan hanya sekadar makanan, tapi juga budaya yang melekat di kehidupan masyarakat Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana