TULUNGAGUNG - Jika berkeliling Tulungagung saat malam tiba, pemandangan yang cukup sering terlihat adalah asap sate ayam yang mengepul di pinggir jalan.
Menariknya, sebagian besar warung sate ayam di kota ini justru baru buka saat malam hari, bukan siang.
Fenomena sate ayam ini ternyata punya cerita tersendiri yang erat kaitannya dengan tradisi kuliner dan gaya hidup masyarakat.
Sate ayam memang terasa lebih nikmat disantap saat udara malam yang sejuk.
Aroma daging ayam yang dibakar di atas arang, berpadu dengan bumbu kacang gurih, seakan pas menjadi teman ngobrol atau sekadar mengganjal perut setelah seharian beraktivitas.
Tidak heran, banyak orang menjadikan sate ayam sebagai pilihan makan malam favorit.
Selain itu, malam hari dianggap waktu yang tepat karena masyarakat Tulungagung biasanya sudah lebih santai.
Setelah bekerja atau beraktivitas, mereka mencari makan malam yang hangat dan mengenyangkan.
Bagi para pedagang, jam malam juga berarti lebih ramai pembeli, terutama dari kalangan keluarga hingga anak muda yang gemar nongkrong hingga larut.
Tradisi ini akhirnya menjadi ciri khas sate ayam identik dengan malam hari.
Bahkan, banyak warga yang berpendapat sate paling enak memang disantap sambil duduk di tikar lesehan, menikmati angin malam, dengan aroma bakaran yang khas.
Jadi, jangan heran kalau di Tulungagung, semakin malam justru semakin ramai warung sate ayam.
Karena di sinilah, kuliner dan suasana malam berpadu menjadi pengalaman yang sulit ditolak.***
Editor : Vidya Sajar Fitri