TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, ada satu pemandangan unik yang sering ditemui saat larut malam: deretan gerobak nasi goreng yang baru benar-benar ramai justru setelah jam 11 malam.
Fenomena ini bukan sekadar soal perut lapar, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang gemar begadang.
Bagi sebagian orang, tengah malam identik dengan waktu istirahat.
Namun, bagi kawula muda, terutama yang nongkrong atau lembur mengerjakan tugas, rasa lapar mendadak bisa menjadi alasan utama untuk keluar rumah.
Nasi goreng gerobak pun jadi solusi cepat, murah, dan pastinya mengenyangkan.
Tidak heran jika suasana sekitar gerobak nasi goreng selalu hidup.
Bau harum bumbu bawang putih, kecap manis, dan telur ceplok yang mengepul di wajan seakan jadi magnet tersendiri.
Bahkan, beberapa penjual sudah punya pelanggan setia yang selalu datang di jam-jam yang sama.
Fenomena ini juga menciptakan “ritual” baru: makan sambil ngobrol santai di kursi plastik pinggir jalan, ditemani suara wajan beradu dengan spatula.
Sederhana, tapi justru di situlah kehangatan terasa.
Nasi goreng gerobak tengah malam di Tulungagung akhirnya bukan cuma soal makanan.
Lebih dari itu, ia jadi jawaban atas kebutuhan anak muda akan ruang, kebersamaan, sekaligus cara mengisi malam panjang dengan cerita.***
Editor : Vidya Sajar Fitri