RADAR TULUNGAGUNG - Mie ayam seolah jadi menu wajib yang tak pernah sepi peminat di Tulungagung.
Dari gerobak sederhana di pinggir jalanan Tulungagung hingga warung besar dengan tempat duduk rapi, hampir semuanya selalu punya antrean pelanggan.
Baca Juga: Mie Ayam Bukan Asli Nusantara, Ternyata Adaptasi dari Budaya Negeri Asia Timur Ini
Salah satu alasannya adalah rasa mie ayam yang cocok untuk semua kalangan. Tekstur mie yang kenyal, kuah gurih, potongan ayam berbumbu manis-asin, hingga tambahan bakso atau pangsit, membuat seporsi mie ayam jadi sajian lengkap.
Ditambah lagi harganya ramah di kantong, sehingga bisa dinikmati oleh pelajar, pekerja, sampai keluarga.
Baca Juga: Mie Instan Andalan Saat Cuaca Hujan yang Selalu Bikin Hangat Suasana
Selain soal rasa, mie ayam di Tulungagung juga punya keunikan dalam suasana makannya. Ada yang suka merasakan sensasi makan di warung tenda dengan keramaian jalan, ada pula yang memilih warung permanen yang lebih nyaman. Menariknya, masing-masing punya pelanggan setia.
Baca Juga: Sebuah Misteri Mie Rebus dan Mie Goreng Pilihan Rasa, Nostalgia, atau Sekadar Mood?
Bagi banyak orang, mie ayam bukan sekadar makanan pengganjal lapar, melainkan juga momen kebersamaan.
Nongkrong sore sambil menikmati mie ayam panas ditemani teh manis hangat, seringkali jadi ritual sederhana yang bikin betah.
Tak heran, mie ayam di Tulungagung bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang kehangatan dan kebiasaan. Itulah mengapa, dari warung kecil sampai yang besar, mie ayam selalu punya penggemarnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana