RADAR TULUNGAGUNG - Cokelat merupakan salah satu jenis kudapan yang banyak digemari segala lapisan usia.
Anehnya setelah makan cokelat banyak orang merasa lebih bahagia. Tidak heran jika makanan manis ini sering disebut sebagai mood booster alami.
Tapi, apakah benar cokelat bisa membuat hati senang? Berikut penjelasannya
Baca Juga: Mood Pagi Jelek Bisa Ganggu Aktivitas Harian, Berikut Tips Cara Menjaga Perasaan Tetap Happy
1. Kandungan Senyawa yang Memengaruhi Hormon Bahagia
Cokelat, terutama cokelat hitam (dark chocolate), mengandung senyawa feniletilamin dan triptofan.
Keduanya merangsang produksi hormon endorfin dan serotonin di otak. Hormon inilah yang bertanggung jawab atas rasa bahagia, rileks, dan nyaman.
2. Efek pada Dopamin, Hormon Reward Otak
Selain endorfin, cokelat juga memicu pelepasan dopamin. Dopamin dikenal sebagai hormon “penghargaan” yang membuat kita merasa puas dan termotivasi. Itu sebabnya, setelah makan cokelat, suasana hati bisa berubah jadi lebih positif.
Baca Juga: Sebuah Misteri Mie Rebus dan Mie Goreng Pilihan Rasa, Nostalgia, atau Sekadar Mood?
3. Kandungan Magnesium untuk Mengurangi Stres
Magnesium dalam cokelat membantu menenangkan sistem saraf. Kekurangan magnesium sering dikaitkan dengan rasa cemas atau mudah stres. Maka, tak heran bila sepotong cokelat bisa memberi efek relaksasi.
4. Rasa Manis yang Menenangkan Psikologis
Selain faktor kimiawi, rasa manis dari cokelat juga memberi efek psikologis. Otak menafsirkan rasa manis sebagai sesuatu yang menyenangkan, sehingga otomatis memicu perasaan bahagia.
Baca Juga: Deja Vu Bukan Karena Otak Error atau Sinyal Lain, Berikut Penjelasan Ilmiahnya
Makan cokelat memang terbukti bisa membuat hati lebih senang berkat kombinasi efek hormon, zat gizi, dan kenikmatan rasanya.
Meski begitu, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan. Jadi, nikmati cokelat secukupnya untuk menjaga mood tetap baik sepanjang hari. ****
Editor : Dharaka R. Perdana